PENERAPAN dalam penanganannya. Salah satu jenis sampah yang banyak

PENERAPAN KEBIJAKAN TENTANG KANTONGPLASTIK BERBAYAR I.    PENDAHULUAN1.1.  LatarbelakangSalah satu permasalahan besar yang sedangdihadapi pemerintah Indonesia saat ini adalah permasalahan mengenai sampah.Sampah merupakan momok besar bagi pemerintah Indonesia yang sampai sekarangbelum ditemukan solusi yang efektif dalam penanganannya.

Salah satu jenissampah yang banyak ditemukan adalah sampah plastik. Seperti yang kita ketahuibersama bahwa sampah plastik adalah sampah yang sangat sulit untuk diuraikanoleh tanah. Menurut penelitian sampah botol plastik sisa dari minuman butuhwaktu 50-100 tahun agar dapat terurai oleh tanah, selain itu sampah kantongplastik membutuhkan waktu 20-30 tahun agar dapat terurai oleh tanah. Dari dataKementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia menduduki peringkat keduadunia dari penghasil sampah plastik ke laut setelah Tiongkok. Dari datatersebut dapat kita simpulkan bahwa sampah plastik merupakan permasalahan besarbagi kita terutama lingkungan. Apabila sampah plastik terus dibiarkan bertambahtanpa ada upaya pencegahan maka ini dapat menggangu kehidupan kita dan dapatmerusak lingkungan serta ekosistem. Sudah banyak kasus mengenai permasalahansampah ini, salah satunya adalah ditemukannya bangkai burung Albatross yangperutnya terisikan sampah plastik, tidak hanya itu kasus yang terjadi diIndonesia adalah kasus sapi pemakan sampah di Tempat Pembuangan Akhir sampahPutri Cempo, Solo. Ini seharusnya menjadi tantangan bagi pemerintah untuk lebihpeduli terhadap permasalahan sampah tersebut.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

1.2.Tujuan 1.      Mengedukasipembaca mengenai dampak negatif dari timbulan sampah yang berlebihan2.      Meminimalisirdampak negatif dari timbulan sampah3.      Menganalisispermasalahan mengenai penerapan kebijakan kantong plastik berbayar 1.

3.Pertanyaan1.      Sudahefektifkah penerapan kebijakan tentang kantong plastik berbayar di Indonesia?2.      Apadampak yang ditimbulakan dari adanya Regulasi tersebut? II.   ISI     Sampahmemang merupakan suatu momok memberatkan bagi pemerintah saat ini, mengingatIndonesia merupakan peringkat kedua dunia dalam hal penghasil sampah plastikkelaut setelah Tiongkok. Sampah plastik merupakan jenis sampah yang sangatsusah untuk diurai oeh tanah, dari penelitian menyatakan bahwa sampah kantongplastik dapat terurai oleh tanah dalam jangka waktu 20-30 tahun, dan jugasampah botol plastik bekas minuman bahkan dapat terurai oleh tanah membutuhkanwaktu 50-100 tahun. Dari sini dapat terbukti apabila penggunaan kantong plastikdan juga barang barang sekali pakai yang berbahan dari plastik memiliki dampakyang sangat buruk, baik itu untuk kehidupan kita dan juga lingkungan kita. Jikasampah plastik terutama kantong plastik terus dibiarkan, hal ini dapatmenyebabkan tingginya angka timbulan sampah dan akan membawa banyak dampakburuk bagi kita dan lingkungan kita, salah satunya adalah kerusakan lingkungandan juga hal ini dapat mendatangkan bencana bagi kita salah satunya adalahbanjir, di Jakarta salah satu daerah yang rawan terkena banjir akibatmenumpuknya sampah rumah tangga yang kebanyakan merupakan sampah plastik disepanjang aliran kali atau sungai, maka dari itu sebenarnya sampah plastik iniberdampak buruk bagi kita dan lingkungan sekitar.

Dari pihak pemerintah memangsudah berupaya banyak dalam hal penangananan permasalahan sampah plastik ini,salah satunya adalah diterapkannya kebijakan mengenai kantong plastik berbayaryang seiring dengan amanat UU No. 18 Tahun 2008 terutama pada pasal 19 dan 20yang memuat tentang “pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampahrumah tangga” serta bagaimana pengurangan sampah. Namun disini menurut pendapatsaya bahwasanya penerapan kebijakan ini belumlah efektif dilakukan diIndonesia. Sejak diberlakukannya pada tanggal 21 februari 2016 masih banyakorang yang tetap menggunakan kantong plastik untuk berbelanja kebutuhan merekasehari-hari, penerapan ini dapat lebih kita rasakan di supermarket sekitarkita, mereka menerapkan kantong plastik berbayar dengan harga Rp.200,- .

Namunsesuai faktanya dari dulu kantong plastik sudah akrab didalam kehidupan, banyakorang berbelanja kebutuhan mereka di pasar trandisional menggunakan kantongplastik dan mereka memang harus membeli kantong plastik tersebut bahkan denganharga yang lebih mahal dapat mencapai Rp.1000,- , berarti dalam hal inipemerintah terbilang melakukan hal yang sia-sia dalam penanganan masalah sampahkantong plastik tersebut. Dan juga mengenai kantong plastik berbayar masihbanyak orang yang tidak memperdulikan apa alasan diterapkannya kebijakan ini,justru banyak orang beranggapan bahwa itu memang sudah kebijakan darisupermarket tersebut untuk membayar kantong plastik, bukan peraturan daripemerintah. Dari sini dapat kita simpulkan bahwa upaya pemerintah dalampenanganan dan pengurangan timbulan sampah terutama sampah plastik masih belumefektif untuk diterapkan di Indonesia.  III.    PENUTUP3.

1.   Kesimpulan        Sampah memang sudah menjadi permasalahanbesar di Indonesia dan sudah banyak menimbulkan dampak negatif terutama bagilingkungan dan ekosistem. Dalam hal penanganan permasalahan angka timbulansampah yang semakin besar terutama sampah plastik, pemerintah Indonesia masihbelum benar-benar siap dalam hal ini, terlihat dari kebijakan yang dikeluarkanjustru tidak efektif dalam penanganan masalah sampah plastik tersebut dan jugatidak menunjukkan adanya perubahan yang signifikan dari permasalahan sampahtersebut, dan banyak orang yang mengabaikan kebijakan ini.3.2.   Saran      Sarandari saya dalam hal penanganan sampah di Indonesia ini kita tidak cukup hanyamemberlakukan sebuah kebijakan tanpa adanya suatu aturan yang ketat mengenaipermasalahan sampah ini, jika seseorang hanya disuruh membayar selembar kantongplastik dengan harga yang relatif dapat dijangkau maka hal itu tidak akanmendapat respon yang baik dari masyarakat dan justru masyarakat akanmenghiraukan kebijakan tersebut.

Maka butuh suatu regulasi yang perluditerapkan didalam masyarakat karena masyarakat merupakan salah satu faktorpenyebab naiknya angka timbulan sampah di Indonesia.3.3.   Solusi      Solusi yang dapat saya berikan adalahpemerintah memberikan suatu regulasi mengenai permasalahan sampah ini, misalnyadengan cara membatasi sampah yang akan dibuang dari masing-masing jenis sampah,contoh sampah Anorganik maksimal 3 kg per tiga harinya, sampah organik maksimal2 kg perhari, dan juga pemerintah memberikan suatu kebijakan disetiap RT harusmemiliki instalasi Kompos agar sampah organik dari setiap rumah warga dapatdikumpulkan di instalasi kompos kemudian dapat dimanfaatkan bagi warga sekitar.Bagi siapa warga yang melanggar aturan tersebut akan dikenakan denda, dan uanghasil denda tersebut dapat dimanfaatkan untuk membangun lebih banyak lagiinstalasi kompos, dan menurut saya itu akan lebih efektif dibandingkan denganmenerapkan kebijakan kantong plastik berbayar.