Pada manusia yang dikenal dengan enzim antioksidan yang sudah

        Pada kondisi stres oksidatif terjadiproduksi radikal bebas yang berlebihan. Radikal bebas adalah atom atau elektronyang tidak berpasangan sehingga tidak stabil dan cenderung menarik elektrondari molekul lainnya untuk melengkapi konfigurasi elektronnya (Suwandi, 2012).

Keadaan ini menyebabkan molekul tersebut bersifat reaktif dan tidak stabilsehingga cenderung berikatan dengan senyawa lain untuk membentuk molekul yangstabil yang berakibat terjadi kerusakan terhadap sel dan jaringan karenainteraksi antara oksigen bebas dengan DNA (Reda, 2001)             Secara umum , sumber radikal bebasdapat dibedakan menjadi dua, yaitu endogen (dari dalam tubuh) dan eksogen (dariluar tubuh). Adapun sumber radikal bebas endogen (dari dalam tubuh) dan eksogen(dari luar tubuh). Adapun sumber radikal bebas endogen yaitu berasal dari aktivitasenzimatis dan non enzimatis. Aktivitas enzimatis terjadi pada prosesmetabolisme yang menghasilkan radikal bebas sebagai produk sampingan. Selainitu terdapat juga reaksi non enzimatis.

Best services for writing your paper according to Trustpilot

Premium Partner
From $18.00 per page
4,8 / 5
4,80
Writers Experience
4,80
Delivery
4,90
Support
4,70
Price
Recommended Service
From $13.90 per page
4,6 / 5
4,70
Writers Experience
4,70
Delivery
4,60
Support
4,60
Price
From $20.00 per page
4,5 / 5
4,80
Writers Experience
4,50
Delivery
4,40
Support
4,10
Price
* All Partners were chosen among 50+ writing services by our Customer Satisfaction Team

Reaksi ini merupakan reaksi oksigendengan senyawa lain dalam tubuh akibat proses radiasi dan ionisasi, sepertiyang terjadi pada proses infeksi. Adapun sumber radikal bebas eksogen berasaldar polutan, merokok, asap rokok bagi perokok pasif, asal kendaraan bermotor(Suwandi,2012)             Produksi radikal bebas yang berlebihan  menyebabkan kemampuan sistem pertahanan tubuhalami untuk mengeliminasinya mengalami gangguan sehingga mengganggu rantaireduksi oksidasi normal yang akan menyebabkan kerusakan oksidatif jaringan(Winarsi,2007).2.2.

3 Antioksidan        Antioksidan  adalah senyawa yang mempunyai struktur molekulyang dapat memberikan molekulnya kepada molekul radikal bebas. Senyawaantioksidan merupakan substansi yang diperlukan tubuh untuk menetralisirradikal bebas dan mencegah kerusakan yang ditimbulkan oleh radikal bebasterhadap sel normal, protein dan lemak. (Halliwell et al., 2000)             Sumber – sumber antioksidan yangdapat dimanfaatkan oleh manusia dikelompokkan menjadi tiga yaitu pertama,antioksidan yang sudah ada di dalam tubuh manusia yang dikenal dengan enzimantioksidan yang sudah ada di dalam tubuh manusia yang dikenal sebagai enzimantioksidan (SOD, GPx, dan CAT).

Kedua, antioksidan sintetis yang banyakdigunakan pada produk pangan seperti BHA, BHT, PG, dan TBHQ. Ketiga,antioksidan alami yang diperoleh dari bagian-bagian tanaman seperti kayu, akar,daun, buah, bunga, biji, dan serbuk sari. Jenis antioksidan yang banyakdidapatkan dari bahan alami berupa vitamin C dan E, beta karoten, pigmenseperti antosianin, klorofil, flavonoid dan polifenol (Ardiansyah, 2007)             Mekanisme kerja antioksidan secraumum adalah menghambat oksidasi lemak. Oksidasi lemak terdiri atas tiga tahaputama yaitu inisiasi, propagasi dan terminasi. Pada tahap inisiasi terjadipembentukan radikal asam lemak, yaitu suatu senyawa turunan asam lemak yangbersifat tidak stabil dan sangat reaktif akibat dari hilangnya satu atomhidrogen (reaksi 1). Pada tahap selanjutnya, yaitu propagasi, radikal asam  lemak akan bereaksi dengan oksigen membentukradikal peroksi (rekasi 2).

Radikal peroksi lebih lanjut akan menyerang asamlemak menghasilkan hidroperoksida dan radikal asam lemak baru (reaksi 3).Inisiasi                         : RH — R* + H*                     (reaksi 1) Propagasi                     : R* + O2 —ROO*                 (reaksi 2)                                      ROO* + RH —- ROOH + R* (reaksi 3)            Hidropoeroksida yang terbentukbersifat tidak stabil dan akan terdegradasi lebih lanjut menghasilkansenyawa-senyawa karbonil rantai pendek seperti aldehida dan keton yangbertanggung jawab atas flavor makanan berlemak. Tanpa adanya antioksidan ,reaksi oksidasi lemak akan mengalami terminasi melalui reaksi antar radikalbebas membentuk kompleks bukan radikal (reaksi 4).             Terminasi : ROO* + ROO —–nonradikal (reaksi 4)                                 R* + ROO * —- non radikal                                 R* + R* — non radikal            Antioksidan yang baik akan bereaksidengan asam lemak segera setelah senyawa tersebut terbentuk. Dari berbagaiantioksidan yang ada, mekanisme kerja serta kemampuannya sebagai antioksidasangat bervariasi.

Seringkali, kombinasi beberapa jenis antioksidan memberikanperlindungan yang lebih baik (sinergisme) terhadap oksidasi dibanding dengansatu jenis antioksidan saja (Medikasari, 2000).            Keseimbangan antara antioksidan danradikal bebas menjadi kunci utama pencegahan stres oksidatif (Sofia, 2013).Tubuh manusia menghasilkan senyawa antioksidan, namun jumlahnya tidak mencukupiuntuk menetralkan  radikal bebas yangcukup tinggi sehingga diperlukan antioksidan dari luar tubuh yang bisadidapatkan melalui antioksidan alami yang berasal dari tumbuhan. (Hernani,2006) 2.2.4 Stres Oksidatif pada fraktur         Stres oksidatif pad fraktur tulangberasal dari aktivitas fragmen tulang yang bereaksi dengan kolagen dan oksigen,serta dari aktivitas osteoklas dalam penyembuhan fraktur. Selain itu stresoksidatif pada fraktur terjadi akibat inflamasi pada fase kedua  proses penyembuhan fraktur tulang.

Apabilajumlah radikal bebas ini tidak diimbangi dengan jumlah antioksidan akanmempengaruhi mekanisme penyembuhan fraktur tulang dalam tubuh (Sheweita, 2007).            Produk stres oksidatif pada frakturtulang diantaranya adalah RNS  yaitu jenis nitrite oxide (NO)  dimanadalam jumlah normalnya berperan dalam memediasi vasodilatasi dan proliferasivaskuler pada pembentukan kalus. Namun, jika terjadi peningkatan aktivitas NO menyebabkan hambatan proliferasi dandiferensiasi osteoblas , menginduksi terjadinya apoptosis osteoblas, dansupresi fungsi osteoklas untuk mendegenerasi sel yang mati (Corbett, 1999).

Jenis radikal bebas lainnya yang dapat mepengaruhi penyembuhan fraktur yakni ROS yang berperan dalam regenerasi sel. ROS akan memediasi proses lipidperoksidase , yang apabila terjadi ketidakseimbangan dalam proses terminasidapat menginisiasi terbentuknya senyawa radikal yang reaktif dan toksik. Halini akan mengaktifkan mediator inflamasi yang dapat menyebabkan kerusakan padalipoprotein dan berakhir pada disfungsi atau kerusakan sel. Maka dari itu,jumlah ROS yang eningkat akan menjadi penghambat dari regenerasi sel dalamproses peyembuhan fraktur (Cadenas, 2002).