KLASIFIKASI Pada gambar di atas dapat jelaskan dalam bagian

KLASIFIKASI BOILER BERDASARKANMETODE PEMBAKARANNYABoilermemiliki beragam jenis dan cara kerjanya. Namun ada beberapa boiler yangmemiliki hal yang berbeda salah satunya dari cara pembakarannya. Boiler terbagibeberapa berdasarkan metode pembakarannya antara lain, grates furnace boiler,cyclone firing, pulverized coal fired (PCF) boiler, burners and layout, oil andgas fired boiler, fluidezed bed boiler, combined heat and power, heat recoverysteam generators (HRSG), refuse boiler, recovery boiler, package boiler,packaged boiler, heat recovery steam generators model, wilcox water tubeboiler, tube walled furnace dan once through boiler.

GRATES FURNACE BOILERBoilerdengan tipe pembakaran seperti ini sudah digunakan sejak pertama kali penemuanboiler yaitu pada jaman revolusi industri. Pada masa itu digunakan pada boilerBabcock and Wilcox Boiler. Pembakaran tipe digunakan untuk pembakaran denganjenis bahan bakar padat atau solid. Grates furnace boiler memiliki kapasitas15kW-30MW.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Untuk teknologi baru bisa meningkatkan kapasitas mencapai 5 MW. Halini sangat menguntungkan dalam hal efisiensi. Gambar.Babcock and Wilcox BoilerPrinsippembakaran boiler tipe ini adalah dengan menaruh bahan bakar pada panggananatau perpaian dengan jenjang dan bisa berjalan. Di bawah panggangan terdapatcelah udara, yang di udara di gerakkan dengan blower agar bisa naik ke celah bahan bakar dan membantu memperbesarpembakaran dari bawah bahan bakar, sehingga pembakaran akan semakin sempurna.Jika pembakaran telah selesai maka abu sisa pembakaran akan terdorong ataupunjatuh ke bawah bagian penampungan abu.

Gambar.Proses pembakaran grate furnace boilerPadagambar di atas dapat jelaskan dalam bagian warna coklat dan hitam adalah prosespengeringan bahan bakar, hingga nantinya akan memudahkan dalam pembakaran.Bagian dengan warna krem adalah proses thermaldecomposition dan sebagian pembakaran bahan yang mudah terbakar atau serbukhalus dari bahan bakar tersebut. Bagian warna merah merupakan pembakaran totalpada bahan bakar secara keseluruhan. Bisa diperhatikan saat bahan bakar sudahnaik ke atas tungku perapian angin dari bawah tungku sudah bekerja, inidiupayakan untuk membuat bahan bakar menjadi mudah terbakar.Dalamperkembangannya grate furnace boilermengalami perkembangan. Perkembangan ini bertujuan untuk menambah efisiensiataupun memudahkan perwatan.

Ada beberapa jenis yaitu grate traveler dan underfeedfurnace. Perbedaan dari dua jenis tipe tersebut adalah cara menyalurkanbahan bakar ke ruang bakar. Untuk jenis gratetraveler, bahan bakar akan dijatuhkan ke atas grate. Lalu grate akanbergerak secara berjalan dengan mekanisme conveyer.Gambar.Grate TravelerNamunpada jenis underfeed furnace, bahanbakar akan di tempatkan di sebuah penampungan sebelum masuk ke dalam ruangbakar. Namun di bawahnya terdapat worm-gearuntuk mendorong bahan bakar ke dalam ruang bakar. Sehingga bahan bakar yangterbakar tidak akan merambat ke samping dan akan menghemat bahan bakar.

Gambar.Underfeed Furnace CYCLONE FIRINGCyclonedalam proses pembakaran di boiler merupakan suatu perkembangan yang cukup baik.Pembakaran jenis ini bahan bakar yang digunakan bisa berupa solid atau fluida.Untuk bahan bakar solid harus dalam bentuk serbuk halus sehingga nantinya dapatditiupkan ke dalam ruang pembakaran. Untuk bahan bakar fluida bisa menggunakannozel dalam hal pencampuran bahan bakar dan udara. Prinsipkerja dari pembakaran cyclone ini,ruang bakar berada terpisah dari boiler namun berdekatan sehingga memudahkanpenembakan api ke dalam boiler. Dalam ruang bakar cyclone sudah di desain sedemikian rupa untuk membentuk aliranturbulen udara, sehingga terjadi pembakaran sempurna sehingga panas yangdihasilkan lebih baik.

Api dari pembakaran lalu ditembakkan ke dalam boiler danmembuat aliran turbulen di dalam boiler dan diharapkan terjadi prosesperpindahan panas yang merata pada boiler. Gambar.Skema Boiler dengan Cyclone FiringPadajenis pembakaran ini memiliki keuntungan yaitu intensitas pembakaran yangtinggi, transfer panas yang cepat dan merata, dan efisiensi yang baik. Namunmemiliki kelemahan rentang operasi yang pendek dan masalah pada hasil sisapembakaran.

Gambar. Ruang bakar cyclone firing PULVERIZED COAL FIRED BOILERPulverizedcoal fired boiler merupakan tipe boiler dengan batubara namun batubara yangdigunakan dalam bentuk bubuk (pulverized). Hal ini serupa dengan cyclone firingdi mana menggunakan batubara bubuk sebagai bahan bakar. Boiler jenis ini palingbanyak digunakan dalam pembangkit, ini dikarenakan kapasitasnya yang besardalam menghasilkan yaitu sebesar 100MW-1000MW. Semua itu berkat teknologi yangdikembangkan selama ini. Dalam hal ini skema dari boiler ini mirip dengancyclone firing, namun terdapat perbedaannya. Pada cyclone firing, udarapembakaran pada ruang bakar dibuat turbulen, namun berbeda pada PCF boiler yangdimana pada pembakaran aliran udara tidak dibuat turbulen namun ada desain yangmembuat aliran dari pembakaran dibuat berlawanan sehingga terjadi aliran acakuntuk menghasilkan transfer panas yang merata.

Dalampembakaran metode ini bahan bakar batubara harus dihaluskan terlebih dahulu. Untukbatubara jenis bituminous, batubara digiling  sampai menjadi  bubuk halus, yang berukuran +300 micrometer(µm) kurang dari 2 persen dan yang berukuran dibawah 75 microns sebesar 70-75persen. Harus diperhatikan bahwa bubuk yang terlalu halus akan memboroskanenergi penggilingan karena akan terbakar lebih dulu karena sifatnya yang miripabu.Sebaliknya, bubuk yang terlalu kasar tidak akan terbakar sempurna pada ruang pembakaran dan menyebabkan kerugianyang lebih besar, batubara dalam bentuk bensar akan sulit tercampur denganudara sehingga tidak terbakar secara keseluruhan.  Batubara bubuk dihembuskan dengansebagianudara pembakaran masuk menuju plant boiler melalui serangkaian nosel  burner. Udara sekunder dan tersier dapat juga ditambahkan. Pembakaranberlangsung pada suhu dari 1300 – 1700°C, tergantung pada kualitas batubara. Waktu tinggal partikel dalam boilerbiasanya 2 hingga 5 detik, dan partikel harus cukup kecil untuk pembakaran yangsempurna.

 Gambar.Skema Pulverized Coal Fired BoilerGambar.Tempat pembakaran pulverized coal fired boilerPadatipe ini kembali terbagi berdasarkan letak dari pembakarannya, karena pada masakini terjadi pengembangan untuk meningkatkan efisiensi. Pembagian itu antaralain wall fired furnace, roof fired furnace dan corner fired furnace. Gambar.Tipe peletakan burnersUntuktipe wall fired furnace, pembankaran berada di sisi samping atau dinding dariboiler.

Pada tipe ini lokasi pembakaran akan berbeda-beda sesuai desain dankeinginan. Namun ada terdapat desain yang umum digunakan yaitu bagian depan(hanya satu sisi), bagian depan dan bagian belakang (saling berhadapan), bagiandepan dan bagian belakang (tidak berhadapan), dan semua sisi. Kelebihan daritipe ini adalah api pembakaran lebih stabil (single swirl burner), pembakaranyang mudah karena campuran udara dan bahan bakar yang saling bertabrakan, dancocok digunakan pada beban rendah.Gambar.Peletakan burners tipe wall firedTiperoof fired furnace yaitu peletakan burners yang berada di atap, namun adabeberapa desain yang tidak berada di atap melainkan burner yang dibaliksehingga menghadap ke bawah. Peletakan burners umumnya berada di sudut-sudut,ini akan membuat aliran bergerak secara bebas dan cenderung akan turbulen.

Namuntipe ini sulit akan hal perawatan serta transfer panas yang kurang baik. Gambar.Roof fired furnaceCornerfired furnace memiliki letak burners yang berada di sudut-sudut. Hal inibertujuan untuk menciptakan aliran yang turbulen sehinga membuat transfersemakin baik. Tipe ini juga memiliki beberapa desain di mana tidak semuaburners berada di sudut ada beberapa yang ditambahkan dibagian sisi dinding.

Hal itu bertujuan untuk membuat aliran turbulen semakin kuat.Gambar.Peletakan burners corner fired furnaceGambar.Aliran dari pembakaran corner fired furnaceGambar.Perancangan sudut burners untuk menciptakan aliranKelebihandari penggunakan tipe ini adalah stabilnya nyala api dari pembakaran,pencampuran bahan bakar dengan udara semakin baik, efisiensi perpindahan panasyang baik dan dapat digunakan dengan bahan bakar selain batubara.Padajenis PFC boiler ini bisa juga menggunakan bahan bakar fluida.

Jika itudilakukan hanya perlu sedikit ubahan terutama pada bagian penyaluran bahanbakar, namun hal lain tidak perlu perubahan. Dari sisa pembakaran akan lebihbaik karena bahan bakar fluida tidak menciptakan abu yang banyak. Namun jikapembakaran diarahkan ke sisi dinding maka sisa pembakaran akan menempel padadinding.DAFTAR PUSTAKAWikipedia.

2017. www.wikipedia.comTeir Sebastian. 2002. Modern BoilerTypes and Application. Helsinki University of TechnologyThe Babcock and Wilcox Company.

1999.Demonstration of Coal Reburning for Cyclone Boiler Nox Control. US Departmen ofEnergy, Washington DCMasato Tamura, dkk. 2011. AdvancedDevelopment of Pulverized Coal Firing Technologies.

IHI Engineering Reviewhttp://www.babcock.com/products/cyclone-furnacehttps://insulation.org/io/articles/what-the-power-industry-should-know-about-cyclone-boilers/https://encyclopedia2.thefreedictionary.com/cyclone+furnacehttp://exoeng.com/cyclonefired.htmhttps://www.electrical4u.com/pulverized-fuel-firing-of-boiler/http://exoeng.com/pcfired.htmhttp://www.brighthubengineering.com/power-plants/62773-why-coal-burning-in-a-power-plant-requires-pulverizing/http://www.thermopedia.com/content/1066/http://electricalengineeringtutorials.com/pulverized-coal-firing-advantages-in-thermal-power-plant/http://deditutibiokim.blogspot.co.id/2011/12/boiler-dan-jenis-jenis-boiler.htmlhttp://exoeng.com/stokerfired.htmhttps://www.electrical4u.com/steam-boiler-furnace-grate-firebox-combustion-chamber-of-furnace/