I. Islah al-Ra’i wa al-Ra’iyah” (Politik yang Berdasarkan Syari’ah

I.         LATAR BELAKANGPenulisan makalah ini dilatarbelakangioleh lika-liku pemilihan gubernur DKI Jakarta. Menengok beberapa waktu yanglalu, telah terpilih dan dilantiknya pemimpin bagi warga DKI Jakarta. Dibaliksuksesnya pemilihan umum tersebut, banyak hal yang menuai pro dan kontramasyarakat,  terlebih salah satu pasangancalon gubernur DKI Jakarta menganut kepercayaan non muslim. Isu-isu yangberedar di media pun semakin bermunculan dan sempat meresahkan masyarakat.

Mereka mengambil banyak keuntungan akan situasi saat itu tanpa mempertimbangkanbanyak hal yang akan terjadi. Tidak seharusnya mereka berlaku demikian, mengangkatdan menutupi sebuah keburukan serta menjatuhkan kebenaran yang akan dikonsumsioleh khalayak umum, yang mana tidak semuanya berpendidikan. Mereka dapat sajamelahap mentah-mentah berita tersebut tanpa berpikir panjang. Terkait dengan kepercayaan merupakanhal yang cukup pelik dan sensitif. Sebagian besar penduduk Indonesia menganutagama Islam, namun masih ada beberpa kepercayaan yang juga diakui oleh negaradan alangkah lebih baik sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) dapat salingmenghormati satu sama lain. Merujuk ke akar permasalahan di atas, dalam Islamsudah sangat jelas tertulis dalam kitab suci Alquran dan Hadits bahwa haramhukumnya memilih pemimpin non muslim.

Best services for writing your paper according to Trustpilot

Premium Partner
From $18.00 per page
4,8 / 5
4,80
Writers Experience
4,80
Delivery
4,90
Support
4,70
Price
Recommended Service
From $13.90 per page
4,6 / 5
4,70
Writers Experience
4,70
Delivery
4,60
Support
4,60
Price
From $20.00 per page
4,5 / 5
4,80
Writers Experience
4,50
Delivery
4,40
Support
4,10
Price
* All Partners were chosen among 50+ writing services by our Customer Satisfaction Team

Penulisan makalah ini akan menjelaskanbagaimana perspektif ulama dalam fatwa hukum memilih pemimpin non muslim?Haruskah memilih pemimpin non muslim berdasarkan agamanya? Adapun metode yangdigunakan dalam penulisan makalah ini yaitu menggunakan metode penelitiankualitatif dengan studi pustaka sebagai sumber acuannya.  II.         LANDASAN TEORIIbnu Taimiyah dalambukunya  yang berjudul “al-Syasahal-Syar’iyah fi Islah al-Ra’i wa al-Ra’iyah” (Politik yang BerdasarkanSyari’ah bagi Perbaikan Penggembala dan Gembala) memiliki tujuan besar yangtersirat untuk melakuakan perbaikan atas situasi yang terjadi di masyarakat.Apa yang telah ditulisnya merupakan sebuah pemikiran politik yang berlandaskanagama. Orientasi pemkiran Ibnu Taimiyah yang berlandaskan agama tersebutdibuktikan dengan menyajikan sebuah contoh bentuk pemerintahan sebagaimanamenurut Islam berdasarkan dengan keyakinan, bahwa masyarakat hanya mungkindapat diatur dengan baik oleh pemerintah yang baik pula.1  III.         PEMBAHASANPerspektif Ulama Dalam Fatwa HukumMemilih Pemimpin non MuslimDalam ajaran Islam kedudukan tertinggi yang berperanpenting dalam kehidupan umat yaitu ulama, merupakan pewaris para nabi (al-‘ulama’warasahal-anbiya’).

2 Sebagaimana yang telahtercantum dalam al-Qur’an maupun Hadits, bahwa ulama adalah mereka yangmemiliki ilmu pengetahuan (ilmuwan) serta bertakwa kepada Allah (innamayakhsya Allah min ‘ibadih al-‘ulama’, Q.S. Fathir 35:28).3Adapun fungsi umum ulama yaitu sebagai pencerah bagi umat, sebgaimana yangtercantum dalam Q.S. al-Jumu’ah 62:2: ???? ??????? ?????? ??? ?????????????? ?????????????? ?????? ???????? ???????? ????????????? ??????????????? ??????????????????????? ????? ??????? ??? ?????? ????? ??????? ???????  ???Artinya:”Dialah yang telah mengutuskan dalamkalangan orang-orang (Arab) yang Umiyyin, seorang Rasul (Nabi Muhammad s.a.w)dari bangsa mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah (yangmembuktikan keesaan Allah dan kekuasaanNya), dan membersihkan mereka (dariiktiqad yang sesat), serta mengajarkan mereka Kitab Allah (Al-Qur’an) danhikmah (pengetahuan yang mendalam mengenai hukum-hukum syarak).

Dansesungguhnya mereka sebelum (kedatangan Nabi Muhammad)itu adalah dalamkesesatan yang nyata.”4       Dalamistilah lain, peranan tersebut dapat dikatakan sebagai amr ma’ruf nahymunkar5, yaitu: 1. menyebarkan dan memepertahankan nilai-nilai agama, 2. melakukan kontrol dalam masyarakat (socialcontrol),3. memecahkan masalah yang terjadi dalam masyarakat,dan4. menjadi agen perubahan sosial (agent of socialchange).

6Terlaksanakannya peranantersebut tergantung pada masing-masing struktur dan tatanan politik sertamasalah yang tengah dihadapi oleh masyarakat Islam di mana ulama itu berada. DiIndonesia, peranan ulama tersebut telah lama terwujud, baik pada saat sebelumpenjajahan, ketika masa penjajahan maupun setelah masa penjajahan. Namunperanan tersebut berkecenderungan fluktuatif karena adanya perubahan struktursosial dan politik di mana ulama berperan sangat besar dalam melawankolonialisme. Dari keadaan itulah menimbulkan beberapa dampak bagi umat Islamuntuk berhadapan langsung dengan pemerintah, sehingga para ulama, tokohkeagamaan, dan kaum intelektual muslim dituntut untuk dapat memiliki pemikiranyang kritis, bahkan berlawanan dengan pemerintah.7        Atas dasarpersoalan tersebut, pemerintah pun berinisiatif membentuk Majelis UlamaIndonesia (MUI) pada tahun 1975 yang diharapkan mampu mengatasi masalah yangada.

8Adapun tujuan didirikannya Majelis Ulama Indonesia yaitu:1.     memberikan fatwa atau nasihat tentangmasalah-masalah agama dan sosial,2.     meningkatkanpersaudaraan (ukhuwwah) Islam serta memelihara sikap toleran dengankelompok-kelompok agama lain,3.

     mewakiliumat Islam dalam berkomunikasi antar agama,4.     bertindaksebagai media komunikasi antara ulama dengan pemerintah, dan untukmenerjemahkan kebijakan pemerintah tentang pembangunan, agar masyarakat dapatmemahi dengan mudah.9Walaupun begitu, komunikasi yang terjalin diantarakeduanya belum dapat berjalan dengan baik.

Ketidaklancaraan tersebut disebabkanoleh beberapa problematika yang salah satunya yaitu keterlibatan banyak orangIslam di organisasi masyarakat Islam (Muhammadiyah dan NU). Mereka beranggapanbahwa MUI merupakan tangan panjang pemerintah. Namun yang perlu digaris bawahidari fungsi lain MUI yaitu sebagai perwakilan umat Islam dalam berkomunikasidengan agama lain terkait dengan kelompok Kristen dan ketidakberhasilan politikIslam di Indonesia dalam mencapai efektivitas politik (political effectivity).

10Inilah salah satu awal dikeluarkannya fatwa MUI tentang hukum memilih pemimpinnon muslim.       Sudahsangat jelas dipastikan, hukum memilih pemimpin non Islam sangatlah terlarang.Berikut adalah pendapat dari para ulama:1.     Dikatakanoleh Al-Qadhi Iyadh, ???? ??????? ??? ??? ??????? ?? ??????????? ???? ???? ?? ??? ????????? ?????Artinya:”Para ulama sepakat bahwa kepemimpinan tidak bolehdiserahkan kepada orang kafir. Termasuk ketika ada pemimpin muslim yangmelakukan kekufuran, maka dia harus dilengserkan.” (Syarah Sahih Muslim,an-Nawawi, 6/315)11 2.

     Dikatakanoleh Ibnu Mundzir, ???? ?? : ???? ??? ?? ???? ??? ?? ???????? ??? ?????? ?? ????? ?? ??? ?????? ???Artinya: “Paraulama yang dikenal telah sepakat bahwa orang kafir tidak ada peluang untuk menjadipemimpin bagi kaum  muslimin apapunkeadaannya.” (Akham Ahlu Dzimmah, 2/787)12 3.      Adapunyangdikatakan oleh Al-Hafidz Ibnu Hajar, ??? ?????? : ????? ?????? ??????? ???? ??? ??????? ?????? ?? ???? ??? ??? ??? ??? ??? ???????? ??? ???? ????? ?????? ??? ??????? ???? ?????? ?? ??? ?????Artinya:”Sesungguhnyapemimpin dilengserkan karena kekufuran yang mereka lakukan, dengan sepakatulama. Wajib bagi kaum muslimin untuk melengserkannya. Siapa yang mampumelakukan itu, maka dia mendapat pahala. Dan siapa yang basa-basi dengan mereka, maka dia mendapat dosa.

Dan siapa yang tidak mampu, wajib baginya untukhijrah dari daerah itu.” (Fathul Bari, 13/123)13       Dari ketiga fatwa yang telah disampaikanoleh ulama di atas merujuk pada hadits Ubadah bin Shamit r.a., ?????? ??? ?????? ???????? ?? ?????? ??????? ???????????? ????? ????? ??? ?? ????? ????? ???? ???? ?? ???? ???? ????? ????? ??????? ??? ?????Artinya:”Kami berbaiat Nabis.a.w. untuk selalu mendengar dan taat kepada pemimpin, baik dalam suka maupunbenci, sulit maupun mudah, dan beliau juga menandaskan kepada kami untuk tidakmencabut suatu urusan dari ahlinya kecuali jika kalian melihat kekufuran secaranyata dan memiliki bukti yang kuat dari Allah.” (Muttafaq ‘alaih)14        Islam telah mengajarkan bahwa urusan yang berkaitan eratdengan kemaslahatan umum (politik dan sosial) serahkanlah kepada para ulama,karena merekalah yang memiliki ilmu agama paling dalam.

Sebaliknya dengan orangyang kurang pengetahuannya, sebaiknya tidak ikut berbicara dan berkomentarlebih jauh yang dikhawatirkan hanya akan menimbulkan kerusakan dan perpecahandalam masyarakat. Seperti yang telah diperingatkan oleh Nabi s.a.w dalamsabdanya:??? ???? ?????? ????? ??????? ?????? ?? ?????? ???? ???? ????? ???? ??????? ???? ??? ????? ????? ????? ?????? ????? ?????? ?????? ?????? ???? ??? ?????? ???????Artinya:”Sesungguhnya Allahtidak mengangkat ilmu dengan mengangkatnya dari hati para hamba, akan tetapiAllah mengangkat ilmu dengan mewafatkan para ulama, sampai ketika Allah tidakmenyisakan seorang ‘alim pun maka manusia mengangkat ornag-orang bodoh sebagaipemimpin-pemimpin mereka. Maka orang-orang bodoh tersebut ditanya, lalu merekaberfatwa tanpa ilmu, mereka pun sesat dan menyesatkan.” HR.

Al-Bukhari danMuslim dari Abdullah bin Amr bin Ash r.a15 Adapun sabda Nabi s.a.wlainnya, ????? ??? ????? ????? ?????? ???? ?????????? ????? ???? ?????? ?????? ???? ?????? ????? ???? ?????? ????? ???????????? ??? : ??? ????????? ???: ????? ?????? ????? ?? ??? ???????Artinya:”Akandatang kepada manusia tahun-tahun yang penuh tipu daya, di mana pendustadipercaya dan orang-orang jujur didustakan, pengkhianat diberi amanah dan orangyang amanah dikhianati, dan berbicara di zaman itu para Ruwaibidhoh.Ditanyakan, siapa Ruwaibidhoh itu? Beliau bersabda, “Orang bodoh yang berbicaradalam masalah umum”.

” HR. Al-Hakim dari Abu Hurairah r.a, dishahihkanAsy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’, no. 365016        Membicarakan fenomena krisis akhir zamanagaknya menjadi perbincangan yang cukup menarik.

Berikut ini terdapat haditsyang relevan dengan keadaan akhir zaman ini yang diriwayatkan oleh Al-Hakimdalam bukunya yang berjudul “al-Mustadrak” serta Ibnu Majah dalam kitab”Sunan”. ??????? ???? ??? ???? ???? ????: ?? ???? ?????????? ??? ??? ??????? ??? ?????????? ?? ????? ??? ?? ???? ??????? ?? ??? ?? ??? ??????? ??????? ???????? ?????? ??? ?? ??????? ????? ????? ??? ?????? ??????? ???????? ??? ????? ??????????? ??????? ???? ??????? ?????? ??? ?????? ???? ??? ???? ??? ????? ????? ???????? ??? ?? ??????? ?? ??????? ??? ?????? ??? ???? ???? ????? ??? ??? ????????? ???? ?? ????? ?????? ??? ???? ??????? ??? ?? ???? ????? ????? ???? ??????????? ???? ???? ??? ??? ???? ????? ?????.Artinya:”Nabis.a.w bersabda: “Wahai kaum Muhajirin! Lima perkara akan kalian diuji dengannyadan aku berharap agar kalian tidak mengalaminya. Tidaklah perbuatan zina munculpada suatu masyarakat hingga mereka menyatakan secara terang-terangan kecualipasti tersebar di tengah-tengah mereka penyakit menular dan penyakit yang belumpernah ada di masa lalu.

Mereka tidak berlaku curang dalam timbanganmelainkan  mereka akan ditimpa oleh musimpaceklik, sulit pangan dan penguasa yang berlaku zalim pada mereka. Merekatidak memakan zakat harta mereka kecuali pasti mereka tidak akan diberi hujandan kalau bukan karena binatang ternak niscaya mereka tidak akan diberi hujansama sekali. Tidaklah mereka melanggar janji Allah dan janji RasulNya kecualipasti Allah akan menundukkan mereka di depan musuhnya lalu mengambil sebagianapa yang ada di tangan mereka. Dan jika para pemimpin mereka tidak menerapkankitab Allah dan memilih-milih di antara apa yang diturunkan Allah niscaya Allahakan menimpa keganasan sebagian mereka atas sebagian yang lain.”17 Sumber Acuan Ulama dalam MengeluarkanFatwa Terkait dengan Hukum Memilih Pemimpin non Islam serta Korelasinya denganPendapat Ibnu Taimiyah        IV.         Kesimpulan Daftar Pustaka 1 MunawirSjadzali, Islam dan Tata Negara: ajaran, sejarah dan pemikiran, Jakarta:Penerbit Universitas Indonesia (UI-Press), 1995, 82.2 Nanang Tahqiq,Politik Islam, Jakarta: Prenada Media, 2004, 189.3 Ibid., 188.4 www.surah.my/62.5 Tahqiq,op.cit, 189.6 Ibid.7 Ibid.8 Ibid., 193.9 Ibid.,194.10 Abuddin Nata, ProblematikaPolitik Islam di Indonesia, Jakarta: PT Grasindo, 2002, 28.11 Fatwa Ulamatentang Hukum Memilih Pemimpin non-Muslim, diakses dari http://kasmui.com/v1/?/p=6164 pada tanggal 1 November 2016 pukul23:51.12 Ibid.13 Ibid.14 Ibid.15 Ibid.16 Ibid.17 Daud Rasyid, Islamdan Reformasi ( Telaah Kritis atas Keruntuhan Rezim-rezim Diktator danKeharusan Kembali Kepada Syari’ah), Jakarta: Usamah Press, 2001, 56-57.