BAB seberapa besar perusahaan manufaktur dibiayai dengan utang, Rasio

BAB IIIMETODE PENELITIAN A.    Jenis PenelitianBerdasarkan tingkat eksplanasi, penelitiandapat diklasifikasikan ke dalam tiga jenis (Wiratna, 2015: 16), yaitu:1)     Penelitian DeskriptifPenelitian deskriptif adalah penelitian yangdilakukan untuk mengetahui nilai masing-masing variabel, baik satu variabelatau lebih sifatnya independen tanpa membuat suatu hubungan maupun perbandingandengan variabel yang lain.2)     Penelitian KomparatifPenelitian komparatif adalah penelitian yangbersifat membandingkan variabel yang satu dengan variabel yang lain atauvariabel satu dengan standar.

3)     Penelitian Asosiatif/HubunganPenelitian asosiatif/hubungan adalahpenelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel ataulebih.Jenispenelitian yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah penelitianasosiatif/hubungan, yaitu untuk mengetahui pengaruh variabel tipe industri,profitabilitas, ukuran perusahaan,leverage dan media exposureterhadap carbon emission disclosure.B.     Unit AnalisisPenelitian  ini dilakukan pada perusahaan manufaktur yangterdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2014-2016. C.    Operasionalisasi VariabelOperasionalisasi variabel adalah suatu definisi mengenai variabel yangdirumuskan berdasarkan karakteristik-karakteristik variabel tersebut yang dapatdiamati. Operasionalisasi variabel yang digunakan pada penelitian ini dapat dilihatpada Tabel III.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

1Tabel III.1Operasionalisasi Variabel Variabel Definisi Variabel Indikator Skala Tipe Industri ) Pengklasifikasian perusahaan (industri) manufaktur berdasarkan karakteristik tertentu. Industri manufaktur intensif (sektor energi, transportasi, material dan utilitas) diberi angka 1, sedangkan industri manufaktur non intensif diberi angka 0. Nominal Profitabilitas ) Rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan manufaktur dalam memperoleh keuntungan dari penggunaan modalnya. Rasio Ukuran Perusahaan ) Skala yang menunjukkan besar atau kecilnya suatu perusahaan manufaktur.   Rasio Leverage ) Rasio untuk mengukur seberapa besar perusahaan manufaktur dibiayai dengan utang, Rasio Total Aset Terhadap Utang (Debt to Total Assets Ratio) Rasio Media Exposure ) Pengungkapan informasi tentang karbon perusahaan manufaktur melalui media.

Perusahaan yang mengungkapkan informasi karbon melalui website perusahaan diberi angka 1, sedangkan bila sebaliknya diberi angka 0. Nominal Carbon Emission Disclosure (Y) Pengungkapan yang dilakukan oleh perusahaan manufaktur terkait kegiatan perusahan yang berhubungan dengan emisi karbon, yang disebabkan oleh kegiatan operasional perusahaan. CED = ?di/ M   Dimana: CED = Pengungkapan Emisi Karbon (Carbon Emission Disclosure) ?di = Total keseluruhan skor 1 yang didapat perusahaan M = Total item maksimal yang dapat diungkapkan (18 item) Rasio              Sumber: Penulis, 2017D.    Populasi dan SampelPopulasiadalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyaikualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untukdipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2014: 115). Populasi yangdigunakan pada penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur yangterdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun periode 2014-2016, yang berjumlah 144perusahaan.Sampeladalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi(Sugiyono, 2014: 116). Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Purposive sampling didasarkan pada suatu pertimbangan tertentu yangdibuat oleh peneliti sendiri, berdasarkan ciri atau sifat-sifat populasi yangsudah diketahui sebelumnya (Sumanto, 2014: 209).

Kriteria sampel yang digunakanpada penelitian ini meliputi: 1.     Perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun periode2014-2016.2.     Menyediakan annual reportselama tahun periode 2014-2016.3.     Perusahaan yang secara implisit maupun secara eksplisit mengungkapkanemisi karbon (mencakup minimal satu kebijakan yang terkait dengan emisi karbonatau gas rumah kaca atau mengungkapkan minimal satu item pengungkapan emisikarbon).   Tabel III.

2Populasi dan Sampel Penelitian Kriteria Sampel Jumlah Total perusahaan manufaktur yang mempublikasikan annual report tahun periode 2014-2016 144 Total perusahaan yang tidak mengungkapkan informasi emisi karbon atau emisi gas rumah kaca pada annual report (128) Sampel perusahaan berdasarkan kriteria 16 Sumber: Penulis, 2017Tabel III.3Daftar Perusahaan Sampel Penelitian No. Kode Nama Perusahaan 1 AUTO Astra Otoparts Tbk 2 BUDI PT Budi Starch & Sweetener Tbk 3 DPNS Duta Pertiwi Nusantara Tbk 4 FASW Fajar Surya Wisesa Tbk 5 INTP Indocement Tunggal Prakarsa Tbk 5 RMBA Bentoel International Investama Tbk 7 SMGR Semen Indonesia (Persero) Tbk 8 UNVR Unilever Indonesia Tbk 9 ANTM Aneka Tambang (Persero) Tbk 10 ELSA Elnusa Tbk 11 JAWA Jaya Agra Wattie Tbk 12 PALM Provident Agro Tbk 13 SGRO Sampoerna Agro Tbk 14 SIMP Salim Ivomas Pratama Tbk 15 TINS Timah Tbk 16 UNSP Bakrie Sumatera Plantations Tbk Sumber:Penulis, 2017 E.     Data yang DiperlukanDatadapat dibedakan menjadi dua (Nuryaman dan Veronica, 2015: 79), yaitu:1.     Data PrimerData primer adalah data yang diperolehlangsung dari sumber data, yaitu subjek atau benda.2.

     Data SekunderData sekunder adalah data yang tersedia dandibuat oleh pihak tertentu dalam bentuk dokumen.Jenis data yang digunakan dalam penelitianini adalah data sekunder, yaitu data berupa annualreport perusahaan yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia (www.idx.co.

id). F.     Metode Pengumpulan DataPengumpulan data dapat dilakukan denganbeberapa cara, seperti cara survei, cara observasi, dan cara dokumentasi (Anwar,2014: 105-114), yang diuraikan sebagai berikut:1.

     Cara SurveiCara survei merupakan cara pengumpulan datadimana peneliti atau pengumpul data mengajukan pertanyaan atau pernyataankepada responden baik dalam bentuk lisan maupun secara tertulis.2.     Cara ObservasiObservasi merupakan cara pengumpulan datamelalui proses pencatatan perilaku subjek (orang), objek (benda) atau kejadianyang sistematik tanpa adanya pertanyaan atau komunikasi denganindividu-individu yang diteliti.3.     Cara DokumentasiCara dokumentasi biasanya digunakan untukmengumpulkan data sekunder dari berbagai sumber, baik secara pribadi maupunkelembagaan.

Metode pengumpulan data yang digunakan dalampenelitian ini adalah cara dokumentasi, yaitu dengan mengumpulkan data sekunderberupa dokumen annual reportperusahaan yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia (www.idx.co.id).

 G.    Analisis Data dan Teknik Analisis1.     Analisis Data Analisisdata dapat berbentuk seperti berikut (Misbahuddin dan Iqbal, 2013:33):a.      Analisis KuantitatifAnalisis kuantitatif adalah analisis yang menggunakan alat analisisbersifat kuantitatif, yaitu alat analisis yang menggunakan model-model, sepertimodel matematika (misalnya fungsi multivariat), model statistic, danekonometrik. Hasil analisis disajikan dalam bentuk angka-angka yang kemudiandijelaskan dan diinterpretasikan dalam suatu uraian.b.     Analisis KualitatifAnalisis kualitatif adalah analisis yang tidak menggunakan modelmatematika, model statistic dan ekonometrik atau model-model tertentu lainnya.

Analisis data yang dilakukan terbatas pada teknik pengolahan datanya, sepertipada pengecekan data dan tabulasi. Dalam hal ini, sekadar membaca tabel-tabel,grafik-grafik, atau angka-angka yang tersedia kemudian melakukan uraian danpenafsiran.Metodeanalisis data yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah analisiskuantitatif.  2.     Teknik AnalisisTeknik analisisdata yang digunakan untuk mengetahui pengaruh tipe industri, profitabilitas,ukuran perusahaan, leverage dan media exposure terhadap carbon emission disclosure adalah dengananalisis regresi berganda untuk meyakinkan bahwa variabel bebas mempunyaipengaruh terhadap variabel terikat, selanjutnya akan dilakukan uji hipotesis(uji F dan uji t) serta koefisien determinasi untuk mengetahui signifikansidari variabel bebas terhadap variabel terikat. Teknik analisis data dalampenelitian ini akan dibantu oleh StatisticalProgram for Special Science (SPSS). Sebelum melakukan analisis, terlebihdahulu harus melakukan uji asumsi klasik. Teknik analisis yang akan digunakandalam penelitian ini yaitu:a.

      Statistika DeskriptifStastistika deskriptif digunakan untukmendeskripsi data atau membuat ringkasan data pada tahap pertama analisis data.Dengan menggunakan statistika deskriptif, peneliti dapat mendeskripsi data yangbanyak dengan angka-angka (indeks) yang simpel tapi penuh arti. Apabila indekstersebut dihitung dari data sampel (untuk mendeskripsi data dari sampel), makanilainya disebut statistik (Sumanto, 2014: 15). b.

     Uji Asumsi KlasikUji persyaratan analisis diperlukan untukmengetahui apakah analisis data untuk pengujian hipotesis dapat dilanjutkan,persyaratan tersebut meliputi uji normalitas, uji multikolinieritas, ujiheterokedasitas, serta uji autokorelasi (Sumanto, 2014: 146-170), yang akandiuraikan sebagai berikut:1)     Uji NormalitasUji normalitas data dimaksudkan untukmemastikan bahwa data sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal.Cara mengetahui signifikan atau tidaknya hasil uji normalitas adalah denganmemerhatikan bilangan pada kolom signifikansi (sig). untuk menetapkankenormalan data, kriteria yang berlaku adalah sebagai berikut:a)     Tetapkan taraf signifikansinya, misal ?=0,05b)     Bandingkan p dengan taraf signifikansi yang diperolehc)     Jika signifikansi yang diperoleh ? ?, maka sampel berasal dari populasiyang berdistribusi normald)    Jika signifikansi yang diperoleh ? ?, maka sampel bukan berasal daripopulasi yang berdistribusi normal2)     Uji MultikolinieritasUji multikolinieritas dimaksudkan untukmengetahui ada tidaknya hubungan (korelasi) yang signifikan antarvariabelbebas. Bila terjadi multikolinieritas, estimasi kuadrat terkecil dapat dihitungtetapi terjadi kesulitan untuk menginterpretasikan efek dari tiap-tiapvariabel.Multikolinieritas dapat dideteksi denganmenghitung koefisien korelasi ganda dan membandingkannya dengan koefisienkorelasi antarvariabel bebas. Uji multikolinieritas dengan SPSS dilakukandengan uji regresi, dengan patokan nilai VIF (variance inflation factor) dan koefisien korelasi antarvariabelbebas. Kriteria yang digunakan adalah:a)     Jika nilai VIF sekitar angka 1 atau memiliki tolerance mendekati 1, maka dikatakan tidak terdapat masalahmultikolinieritas dalam model regresi;b)     Jika koefisien korelasi antarvariabel bebas kurang dari 0,5, maka tidakterdapat masalah multikolinieritas.

3)     Uji HeterokedasitasHeterokedasitas terjadi dalam regresi apabilavarians error untuk beberapa nilai X tidak konstan atau berubah-ubah.Pendeteksian konstan atau tidaknya varian error konstan dapat dilakukan denganmenggambar grafik antara Y dengan (Y-Y). Apabila garis yang membatasi sebarantitik-titik relatif paralel maka varian error dikatakan konstan.4)     Uji AutokorelasiAutokorelasi terjadi dalam regresi apabiladua error tidak independent. P adalah koefisien korelasi autokorelasi. Apabila P=0maka autokorelasi tidak terjadi. Deteksi autokorelasi umumnya dilakukan denganuji statistik Durbin-Watson. Nilai d berkisar antara 0 dan 4.

Autokorelasitidak terjadi apabila nilai d=2. c.       Analisis RegresiBergandaAnalisis regresiberganda adalah hubungan secara linear antara dua atau lebih variabelindependen (X1, X2, …, X3) dengan variabelindependen (Y) (Sugiyono, 2014: 277). Analisis ini digunakan untuk mengetahuihubungan antar variabel independen dengan variabel dependen apakahmasing-masing variabel berhubungan positif atau negatif untuk memprediksi nilaidari variabel independen mengalami kenaikan atau penurunan. Jadi analisisregresi berganda akan dilakukan bila jumlah variabel independennya minimal 2(dua). Persamaan regresi berganda sebagai berikut:Y=a+b1X1+ b2X2+b3X3+b4X4+b5X5+eKeterangan:Y                  : CarbonEmission DisclosureX1                 : Tipe IndustriX2                 : ProfitabilitasX3                 : Ukuran PerusahaanX4                 : LeverageX5                : Media Exposurea                   : Nilai konstanta, perpotongan garis padasumbu Xb1,b2,b3,b4,b5: Keofisien regresi variabel Xe                   : Error/Residual  1)      Uji FUji F adalah pengujian signifikansi persamaanyang digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas (X1, X2, X3, X4, X5) secarabersama-sama terhadap variabel tidak bebas (Y).

Langkah-langkah uji F adalahsebagai berikut:a)      Menentukanformulasi H0 dan HaH01: Tipe industri, profitabilitas, ukuranperusahaan, leverage dan media exposure tidak berpengaruhterhadap carbon emission disclosuresecara bersama-sama.Ha1: Tipe industri, profitabilitas, ukuranperusahaan, leverage dan media exposure berpengaruh terhadap carbon emission disclosure secarabersama.b)      KesimpulanCara 1:Jika Sig > 0,05 maka H01 diterima.Jika Sig < 0,05 maka H01 ditolak.

Cara 2:Jika –F tabel < F hitung < F tabel makaH0 diterima.Jika F hitung < -F tabel dan F hitung >F tabel maka H0 ditolak. 2)      Uji tUji t adalah pengujian koefisien regresiparsial individual yang digunakan untuk mengetahui apakah variabel independen(X) secara individual mempengaruhi variabel dependen (Y). Langkah-langkah uji tadalah sebagai berikut:a)      Menentukanformulasi H0 dan HaH02.1: Tipe industri tidak berpengaruh terhadap carbon emission disclosure secaraparsial/individualHa2.1: Tipe industri berpengaruh terhadap carbon emission disclosure secaraparsial/individualH02.2: Profitabilitas tidak berpengaruh terhadap carbon emission disclosure secaraparsial/individualHa2.2: Profitabilitas berpengaruh terhadap carbon emission disclosure secaraparsial/individualH02.3: Ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadapcarbon emission disclosure secaraparsial/individualHa2.3: Ukuran perusahaan berpengaruh terhadap carbon emission disclosure secaraparsial/individualH02.4: Leveragetidak berpengaruh terhadap carbonemission disclosure secara parsial/individualHa2.4: Leverageberpengaruh terhadap carbon emissiondisclosure secara parsial/individualH02.5: Mediaexposure tidak berpengaruh terhadap carbonemission disclosure secara parsial/individualHa2.5: Mediaexposure berpengaruh terhadap carbonemission disclosure secara parsial/individualb)      KesimpulanCara 1:Jika Sig > 0,05 maka H0 diterima.Jika Sig < 0,05 maka H0 ditolak.Cara 2:Jika –t tabel < t hitung < t tabel makaH0 diterima.Jika t hitung < -t tabel dan t hitung >t tabel maka H0 ditolak.3)      KoefisienDeterminasiKoefisien determinasi adalah metode untukmenentukan berapa proporsi informasi tentang Y dapat diterangkan dengan X,dihitung dengan menguadratkan r Pearson-nya (Sumanto, 2014: 231).