BAB disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun

BAB1 PENDAHULUAN1.1  LatarBelakang Saat ini, dunia sedang didera dengan masalah yang lazim kita dengar yaitu kemiskinan dalam berbagai bentukdan jumlah yang berbeda-beda.

Kemiskinan merupakan masalah umum dan telah terjadidi seluruh dunia. Kemajuan teknologi yang semakin canggih juga sangat berdampakpada meningkatnya jumlah pengangguran.  Berbagai pemerintah, Lembaga-lembagasosial, dan juga individu-individu sudah turun tangan untuk meringankan masalahini , berbagai upaya dan pertolongan telah di kerahkan. Program-programpelayanan sosial, kesehatan dan pendidikan untuk membantu masalah ini jugasudah di keluarkan, namun masalah kemiskinan tetap saja malah  jumlah orang miskin di dunia semakinbertambah meskipun pemerintah dan Lembaga-lembaga International telah turutcampur tangan dalam menyelesaikan masalah kemiskinan ini  Sebagai masalah yang sudahmenjadi isu global yang umumnya atau lebih banyak terjadi di negara berkembangsudah sepatutnya kita menjadikan isu ini sebagai prioritas kita semua, wacanapemberantasan kemiskinan haruslah menjadi agenda wajib bagi pemerintah danpemimpin negara. Peran pekerja sosial sangat diperlukan pada permasalahan ini,terlebih dalam memberikan masukan dan melakukan perencanaan strategis tentangapa yang akan menajdi kebijakan dari pemerintah.    1.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

2 Rumusan Masalah Dalam makalah ini penulisakan membahas tentang:1. Apa pengertiankemiskinan?2. Bagaimana cara mengukurkemiskinan?3. Apa macam-macamkemiskinan?4. Apa penyebab kemiskinan?5. Apa masalah kemiskinan dunia?6. Apa respon Nasional danInternasional terhadap kemiskinan?7. Apa saja strategimengatasi kemiskinan di dunia?8.

Apa itu kemiskinan dalamperspektif agama?    1.3 Tujuan Penulisan Tujuan makalah ini adalah:1. Mengetahui pengertiankemiskinan2. Mengetahui cara mengukurkemiskinan3.

Mengetahui macam-macamkemiskinan4. Mengetahui penyebabkemiskinan5. Mengetahui masalahkemiskinan dunia6. Mengetahui responnasional dan internasional terhadap kemiskinan7.

Mengetahui strategimengatasi kemiskinan di dunia  8. Mengetahui kemiskinandalam perpektif agama           BABIIPEMBAHASAN 2.1 Pengertian Kemiskinan Kemiskinan adalah keadaandimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan,pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapatdisebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya aksesterhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global.Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementarayang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagimemahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan. Kemiskinan dipahami dalamberbagai cara.

Pemahaman utamanya mencakup: Gambaran kekurangan materi, yang biasanya mencakup kebutuhan pangan sehari-hari, sandang, perumahan, dan pelayanan kesehatan. Kemiskinan dalam arti ini dipahami sebagai situasi kelangkaan barang-barang dan pelayanan dasar. Gambaran tentang kebutuhan sosial, termasuk keterkucilan sosial, ketergantungan, dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Hal ini termasuk pendidikan dan informasi. Keterkucilan sosial biasanya dibedakan dari kemiskinan, karena hal ini mencakup masalah-masalah politik dan moral, dan tidak dibatasi pada bidang ekonomi. Gambaran tentang kurangnya penghasilan dan kekayaan yang memadai. Makna “memadai” di sini sangat berbeda-beda melintasi bagian-bagian politik dan ekonomi di seluruh dunia.      2.

2 Mengukur Kemiskinan Kemiskinan bisadikelompokan dalam dua kategori, yaitu Kemiskinan absolut dan Kemiskinanrelatif. Kemiskinan absolut mengacu pada satu set standard yang konsisten,tidak terpengaruh oleh waktu dan tempat/negara. Sebuah contoh dari pengukuranabsolut adalah persentase dari populasi yang makan dibawah jumlah yg cukupmenopang kebutuhan tubuh manusia (kira kira 2000-2500 kalori per hari untuklaki laki dewasa). Bank Dunia mendefinisikanKemiskinan absolut sebagai hidup dengan pendapatan dibawah USD $1/hari dan Kemiskinanmenengah untuk pendapatan dibawah $2 per hari, dg batasan ini maka diperkiraanpada 2001 1,1 miliar orang didunia mengonsumsi kurang dari $1/hari dan 2,7miliar orang didunia mengonsumsi kurang dari $2/hari.

” Proporsi penduduknegara berkembang yang hidup dalam Kemiskinan ekstrem telah turun dari 28% pada1990 menjadi 21% pada 2001.Melihat pada periode 1981-2001, persentase daripenduduk dunia yang hidup dibawah garis kemiskinan $1 dolar/hari telahberkurang separuh. Tetapi, nilai dari $1 juga mengalami penurunan dalam kurunwaktu tersebut. Meskipun kemiskinan yangpaling parah terdapat di dunia bekembang, ada bukti tentang kehadirankemiskinan di setiap region.

Di negara-negara maju, kondisi ini menghadirkankaum tuna wisma yang berkelana ke sana kemari dan daerah pinggiran kota danghetto yang miskin. Kemiskinan dapat dilihat sebagai kondisi kolektifmasyarakat miskin, atau kelompok orang-orang miskin, dan dalam pengertian inikeseluruhan negara kadang-kadang dianggap miskin. Untuk menghindari stigma ini,negara-negara ini biasanya disebut sebagai negara berkembang.

        2.3. Macam-macam Kemiskinan Kemiskinan adalah suatukondisi dimana semuanya serba kekurangan, misalnya saja miskin jasmani, berartikekurangan makanan, minuman dan tempat berlindung. Adapun macam-macamkemiskinan yaitu sebagai berikut: Kemiskinan Mutlak : Kemiskinan yang disebabkan karena tingkat pendapatan yang tidak dapat mencukupi kebutuhan hidup Kemiskinan  Relatif : Kemiskinan yang lebih banyak ditentukan oleh keadaan lingkungan sekitarnya Kemiskinan Struktural : Kemiskinan yang disebabkan karena ketimpangan dalam struktur ekonomi suatu negara atau struktur pendistribusian fasilitas yang membuat suatu daerah penduduknya menjadi miskin.

Kemiskinan Sosial Budaya : Kemiskinan yang dikaitkan dengan nilai-nilai sosial budaya masyarakat, atau lebih singkatnya kondisi sosial budaya yang memaksa masyarakat di daerah itu menjadi miskin. 2.4  PenyebabKemiskinan Penyebab kemiskinan sangatkompleks, sehingga perspektif dalam melihat berdasarkan persoalan real dalammasyarakat tersebut.

Persoalan real dalam masyarakat biasanya karena adanyakecacatan individual dalam bentuk kondisi dari kelemahan biologis, psikologis,maupun kultural sehingga dapat menghalanginya untuk memperoleh peruntunganuntuk dapat memajukan hidupnya. Kelompok yang masuk dalam golongan yang tidakberuntung, yaitu kemiskinan fisik yang lemah, kerentaan, keterisolasian danketidakberdayaan.     Pada umumnya di NegaraIndonesia penyebab-penyebab kemiskinan adalah sebagai berikut: 1. Kurangnya lapanganpekerjaan yang tersedia di IndonesiaSeperti kita ketahuilapangan pekerjaan yang terdapat di Indonesia tidak seimbang dengan jumlahpenduduk yang ada dimana lapangan pekerjaan lebih sedikit dibandingkan denganjumlah penduduknya. Dengan demikian banyak penduduk di Indonesia yang tidakmemperoleh penghasilan itu menyebabkan kemiskinan di Indonesia. 2.  Tidak meratanyapendapatan penduduk IndonesiaPendapatan penduduk yangdidapatkan dari hasil pekerjaan yang mereka lakukan relative tidak dapatmemenuhi kebutuhan sehari-hari sedangkan ada sebagian penduduk di Indonesiamempunyai pendapatan yang berlebih. Ini yang diusebut tidak meratanyapendapatan penduduk di Indonesia.

 3.  Tingkat pendidikanmasyarakat yang rendahBanyak masyarakat Indonesiayang tidak memiliki pendidikan yang di butuhkan oleh perusahaan yangmempekerjakan tenaga kerja. Dan pada umumya untuk memperoleh pendapatan yangtinggi diperlukan tingkat pendidikan yang tinggi pula atau minimal mempunyaimemiliki ketrampilan yang memadai dehingga dapat memperoleh pendapatan yangdapat memenuhi kebutuhan dehari-hari sehingga kemakmuran penduduk dapatterlaksana dengan baik dan kemiskinan dpat di tanggulangi.

 4.  Merosotnya standarperkembangan pendapatan per-kapita secara globalYang penting digarisbawahidi sini adalah bahwa standar pendapatan per-kapita bergerak seimbang denganproduktivitas yang ada pada suatu sistem. Jikalau produktivitas berangsurmeningkat maka pendapatan per-kapita pun akan naik.

Begitu pula sebaliknya,seandainya produktivitas menyusut maka pendapatan per-kapita akan turunberiringan.Berikut beberapa faktoryang mempengaruhi kemerosotan standar perkembangan pendapatan per-kapita:a) Naiknya standarperkembangan suatu daerah.b) Politik ekonomi yangtidak sehat.

c) Faktor-faktor luarnegeri, diantaranya: a). Rusaknya syarat-syarat perdagangan b). Beban hutangc). Kurangnya bantuan luar negeri, dan Perang 5.  Menurunnya etoskerja dan produktivitas masyarakatTerlihat jelas faktor inisangat urgen dalam pengaruhnya terhadap kemiskinan.

Oleh karena itu, untukmenaikkan etos kerja dan produktivitas masyarakat harus didukung dengan SDA danSDM yang bagus, serta jaminan kesehatan dan pendidikan yang bisadipertanggungjawabkan dengan maksimal. 6. Biaya kehidupan yangtinggiMelonjak tingginya biayakehidupan di suatu daerah adalah sebagai akibat dari tidak adanya keseimbanganpendapatan atau gaji masyarakat. Tentunya kemiskinan adalah konsekuensi logisdari realita di atas. Hal ini bisa disebabkan oleh karena kurangnya tenagakerja ahli, lemahnya peranan wanita di depan publik dan banyaknya pengangguran.

 7.  Pembagian subsidiin come pemerintah yang kurang merataHal ini selain menyulitkanakan terpenuhinya kebutuhan pokok dan jaminan keamanan untuk para warga miskin,juga secara tidak langsung mematikan sumber pemasukan warga. Bahkan di sisilain rakyat miskin masih terbebani oleh pajak negara. 8.  Kurangnyaperhatian dari pemerintahMasalah kemiskinan bisadibilang menjadi maslah Negara yang semakin berkembang setiap tahunnya danpemerintah sampai sekarang belum mampu mengatasi masalah tersebut. Kureangnyaperhatian pemerintah akan maslah ini mungkin menjadi salah satu penyebabnya.

Kemiskinan banyakdihubungkan dengan: penyebab individual, atau patologis, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari perilaku, pilihan, atau kemampuan dari si miskin; penyebab keluarga, yang menghubungkan kemiskinan dengan pendidikan keluarga; penyebab sub-budaya (subcultural), yang menghubungkan kemiskinan dengan kehidupan sehari-hari, dipelajari atau dijalankan dalam lingkungan sekitar; penyebab agensi, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari aksi orang lain, termasuk perang, pemerintah, dan ekonomi; penyebab struktural, yang memberikan alasan bahwa kemiskinan merupakan hasil dari struktur sosial. Meskipun diterima luasbahwa kemiskinan dan pengangguran adalah sebagai akibat dari kemalasan, namundi Amerika Serikat (negara terkaya per kapita di dunia) misalnya memilikijutaan masyarakat yang diistilahkan sebagai pekerja miskin; yaitu, orang yangtidak sejahtera atau rencana bantuan publik, namun masih gagal melewati atasgaris kemiskinan. 2.5 Masalah KemiskinanDunia Adapun beberapa masalahkemiskinan yang ada di seluruh dunia adalah sebagai berikut: Rusaknya sistem ekonomi kapitalis yang diterapkan negara- negara di seluruh dunia saat ini.

Sistem ekonomi kapitalis merupakan sistem yang mengandung kerusakan. Tabiatnya mengantarkan kepada kebebasan dan penjajahan, serta terakumulasinya kekayaan di tangan sebagian kecil orang atau perusahaan raksasa. Rusaknya sistem dan undang-undang yang diterapkan di dunia, dan tidak adanya penguasaan terhadap fakta secara sempurna. Sistem tersebut tidak mampu menyelesaikan masalah, karena dalam memberikan solusi-solusi bertumpu pada asas-asas yang salah. Kerusakaan finansial dan administratif serta buruknya pengelolaan perusahaan-perusahaan oleh para pelaksana. Padahal mereka memperoleh gaji, bonus, dan kompensasi sangat tinggi. Selain itu mereka juga menutupi kondisi keuangan yang sebenarnya kepada lembaga-lembaga yang beraktivitas di dalamnya dan yang mengelola administrasinya.

Burukya distribusi kekayaan, bahkan tidak ada sistem pendistribusian kekayaan. Juga anggapan bahwa masalahnya adalah masalah kelangkaan relatif yang solusinya dengan menambah produksi. Sementara sekitar lima milyar orang penduduk dunia hidup dengan kurang dari dua dolar per hari, sebagaimana sekitar satu setengah milyar orang hidup dengan kurang dari satu dolar per hari per orang. Juga sebagaimana 1 % penduduk Amerika Serikat memiliki 50 % dari total kekayaan, sementara 80 % penduduk Amerika memiliki kurang dari 8 % total kekayaan. Buruk dan rusaknya administrasi yang dikendalikan oleh nepotisme dan bagi-bagi kekayaan, dan berbagai kerusakan administratif di banyak negara. Pengaruh dan dominasi perusahaan-perusahaan besar terhadap perekonomian global.

Contohnya, 80 % komite yang membuat keputusan di Amerika Serikat ditentukan oleh pemilik kepentingan-kepentingan dan kekayaan-kekayaan yang besar. Dominasi para penguasa dan para pengusaha terhadap sumber daya negeri. Peran serta organisasi internasional seperti Bank Dunia dan IMF dalam menghancurkan kekayaan negara-negara debitor (pengutang) melalui solusi keji yang diberikan kepada negara-negara tersebut yang bertujuan memperlemah dan memelaratkannya serta mempertahankannya terus membutuhkan bantuan dan utang.2.6 Respon Nasional DanInternasional Terhadap Kemiskinan Kemiskinan merupakanmasalahyang sangat kompleks, yang memerlukan kerjasama dari berbagai pihakdalam mengatasinya. Pengentasan  rakyat dari kemiskinan merupakan suatupekerjaan rumah bagi masing-masing negara yang menginginkan rakyatnya makmurdan sejahtera. Sebagai respon dari duniainternasional terhadap kemiskinan adalah adanya upaya kepedulian yang dilakukanoleh lembaga internasional yang berupaya mengentaskan kemiskinan denganprogramnya masing-masing. Seperti world bank dengan IMF, ILO, UNICEF, WTO danlain-lain.

Dengan adanya organisasi internasional ini step by step kemiskinandapat  terentaskan pada masyarakat suatu negara namun dengan syaratorganisasi itu semua bekerjasama dengan baik dalam hal menurunkan angkakemiskinan. Pada sekitar tahun 1997, ketika WorldBank berada dibawah pimpinanWolfenson, terdapat beberapa upaya untuk meningkatkan efektifitas upayapembangunan, pengentasan kemiskinan, dan lain-lain. Respon kemiskinan yangterjadi di Indonesia misalnya ketika politik dan keamanan yang sudah tidakstabil ditambah dengan terjadinya krisis ketika tahun 1997-1998, yang mana pertumbuhanekonomi mencapai 13 persen, inflasi tercatat sangat tinggi sampai 77 persen,PHK dimana-mana, dan melonjaknya angka kemiskinan.

Dan kejadian di Indonesiaini menyebabkan repon yang sangat kacau, yang mana ketika itu instabilitaspolitik yang sudah tidak stabil lagi yang ditandai dengan gelombang demonstasi,hura-hura, kerusuhan, dan mengakibatkan kepada kekerasan. Dalam hal kesehatan responkemiskinan menjadi hal yang buruk, yang mana keterbatasan akses dan rendahnyamutu layanan kesahatan disebabkan oleh kesulitan mendapatkan layanan kesehatandasar, rendahnya mutu layanan kesehatan dasar, kurangnya pemahaman terhadaphidup sehat, biaya perawatan dan pengobatan yang mahal. Di sisi lain pun,utilisasi (penggunaan) rumah sakit masih didominasi oleh golongan mampu,sedangkan masyarakat miskin cenderung memanfaatkan puskesmas.   2.7. Strategi MengatasiKemiskinan di Dunia   Setelah mempelajarisekelompok negara–termasuk Brasil, Kamboja, Mali, Peru dan Tanzania–yangberhasil mengurangi ketimpangan secara signifikan selama beberapa tahunterakhir, dan mempelajari berbagai bukti yang tersedia, peneliti Bank Duniamengindentifikasi enam strategi yang berpeluang memberi dampak.

Strategitersebut mengungkap kebijakan yang terbukti telah menambah penghasilanmasyarakat miskin, memperbaiki akses masyarakat terhadap layanan penting, danmemperkuat prospek pembangunan jangka panjang tanpa merusak pertumbuhan.Kebijakan ini berkinerja baik ketika didampingi oleh pertumbuhan yang kuat,manajemen makro ekonomi yang baik, dan pasar tenaga kerja yang dapatmenciptakan lapangan kerja dan memungkinkan masyarakat termiskin untukmemanfaatkan peluang tersebut. 1.

 Pengembangan anakusia dini dan giziLangkah-langkah inimembantu pertumbuhan anak di masa 1.000 hari pertama mereka. Kekurangan gizidan kekurangan pertumbuhan kognitif selama periode ini dapat menyebabkanpenundaan pendidikan dan mengurangi prestasi mereka di kemudian hari. 2.  Perlindungankesehatan untuk semuaMemberi cakupan kepadamasyarakat tidak mampu untuk mendapat layanan kesehatan yang terjangkau dantepat waktu, dan pada saat yang sama meningkatkan kapasitas masyarakat untukbelajar, bekerja dan melakukan kemajuan. 3.  Akses pendidikanbermutu untuk semuaJumlah pelajar di seluruhdunia telah meningkat dan pusat perhatian harus bergeser dari sekadar mengirimanak-anak ke sekolah menjadi memberikan pendidikan bermutu untuk setiap anak dimanapun mereka berada. Pendidikan untuk semua anak harus mengedepankan prosesbelajar, pengetahuan dan pengembangan keterampilan serta kualitas guru.

 4.  Bantuan tunaikepada keluarga miskinProgram ini memberipenghasilan pokok kepada keluarga miskin, memungkinkan mereka untuk menjagaanak-anak mereka tetap sekolah dan memungkinkan kaum ibu untuk mendapatkan pelayanankesehatan dasar. Uang tersebut juga dapat membantu keluarga miskin membeliberbagai keperluan seperti bibit, pupuk, atau ternak, dan membantu merekamenghadapi kekeringan, banjir, bencana pandemik, krisis ekonomi atau guncanganyang lain. Bantuan tunai telah terbukti mengurangi kemiskinan dan menciptakankesempatan bagi orang tua maupun anak-anak.  5.

 Infrastrukturpedesaan – terutama jalan dan penyediaan listrikPembangunan jalan pedesaandapat mengurangi biaya transportasi, menghubungkan petani desa ke pasar untukmenjual barang-barang mereka, serta memungkinkan pekerja bergerak lebih bebas,dan memperbaiki akses ke pendidikan dan layanan kesehatan. Misalnya, penyediaanlistrik bagi masyarakat desa di Guatemala dan Afrika Selatan telah membantupeningkatan tenaga kerja kaum perempuan. Akses listrik juga membuat usaha rumahskala kecil menjadi lebih layak dan produktif, yang sangat diperlukan bagimasyarakat miskin di desa.

   6.  Sistem perpajakanyang progresifSistem perpajakan yang adildan progresif dapat membiayai kebijakan agar program pemerintah yang diperlukanberjalan dengan baik, mengalokasikan sumber daya yang ada ke masyarakattermiskin. Sistem pajak dapat dirancang agar mengurangi ketimpangan dan padasaat yang sama menjaga efisiensi anggaran.

  2.8 Kemiskinan DalamPerspektif Agama  Alquranmenggambarkan kemiskinan dengan 10 kosakata yang berbeda, yaitu al-maskanat(kemiskinan), al-faqr (kefakiran), al-‘ailat (mengalami kekurangan), al-ba’sa(kesulitan hidup), al-imlaq (kekurangan harta), al-sail (peminta), al-mahrum(tidak berdaya), al-qani (kekurangan dan diam), al-mu’tarr (yang perlu dibantu)dan al-dha’if (lemah). Kesepuluh kosakata di atas menyandarkan pada satuarti/makna yaitu kemiskinan dan penanggulangannya. Islam menyadari bahwa dalamkehidupan masyarakat akan selalu ada orang kaya dan orang miskin (QS An-Nisa/4:135). Sungguh, hal itu memang sejalan dengan sunatullah (baca: hukum alam)sendiri. Hukum kaya dan miskin sesungguhnya adalah hukum universal yang berlakubagi semua manusia, apa pun keyakinannya. Karena itu tak ubahnya sepertikondisi sakit, sehat, marah, sabar, pun sama dengan masalah spirit, semangathidup, disiplin, etos kerja, rendah dan mentalitas.

  Kemiskinan,menurut Islam, disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya karenaketerbatasan untuk berusaha (Q.S. Al-Baqarah/2: 273), penindasan (QSAl-Hasyr/59: 8), cobaan Tuhan (QS Al-An’am/6: 42), dan pelanggaran terhadaphukum-hukum Tuhan (QS Al-Baqarah/2: 61). Untuk itu Islam pun memberikan sumbangsih solusi penanggulangankemiskinan dengan dua model:(1) wajib dilakukan dan (2) anjuran. Adapun yangmesti dilakukan adalah zakat (QS At-Taubah/9: 103), infak wajib yang sifatnyainsidental (QS Al-Baqarah/2: 177), menolong orang miskin sebagai gantikewajiban keagamaan, misalnya membayar fidyah (QS Al-Baqarah/2: 184), danmenolong orang miskin sebagai sanksi terhadap pelanggaran hukum agama (misalnyamembayar kafarat dengan memberi makan orang miskin) (QS Al-Maidah/5: 95).Sedang yang bersifat anjuran untuk dilakukan adalah sedekah, infak, hadiah, danlain-lainnya.

Tentu saja semua hal di atas dilakukan bagi orang yang mampusecara finansial. Namun, bagi yang tidak mampu pun dalam hal itu diwajibkanjuga, yaitu dengan memberikan nasihat, spirit, dan motivasi kepada kalanganrakyat jelata.                           BABIIIPENUTUP 3.

1  Kesimpulan Masalah dasar pengentasankemiskinan bermula dari sikap pemaknaan kita terhadap kemiskinan. Kemiskinanadalah suatu hal yang alami dalam kehidupan. Dalam artian bahwa semakinmeningkatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi maka kebutuhan pun akansemakin banyak. Pengentasan masalah kemiskinan ini bukan hanya kewajiban daripemerintah, melainkan masyarakat pun harus menyadari bahwa penyakit sosial iniadalah tugas dan tanggung jawab bersama pemerintah dan masyarakat.

Ketikaterjalin kerja sama yang romantis baik dari pemerintah, nonpemerintah dan semualini masyarakat. Dengan digalakkannya hal ini, kemiskinan akan mencapai hasilyang seminimal mungkin. 3.2 SaranDalam menghadapi kemiskinandi zaman global diperlukan usaha-usaha yang lebih kreatif, inovatif, daneksploratif. Selain itu, globalisasi membuka peluang untuk meningkatkanpartisipasi masyarakat untuk lebih eksploratif.

Di dalam menghadapi zamanglobalisasi ke depan mau tidak mau dengan meningkatkan kualitas SDM dalampengetahuan, wawasan, skill, mentalitas, dan moralitas yang standarnya adalahstandar global.          DAFTARPUSTAKA  Suharto, Eko Ph.D.(2009), “Kemiskinan & Perlindungan Sosial di Indonesia” Bandung.Sukirno Sadono (1978), “Ekonomi Pembangunan”  Depok, Lembagapenerbit fakultas ekonomi universitas Indonesia.Yusufal-Qardhawy(1996), “Konsep Islam dalam Mengentaskankemiskinan” Surabaya : Bina Islamhttps://id.wikipedia.org/wiki/Kemiskinanhttps://www.katapena.info/2017/03/makalah-masalah-kemiskinan-dunia.htmlhttps://hizbut-tahrir.or.id/2009/03/28/masalah-kemiskinan-di-dunia-dan-peran-krisis-finansial-global-dalam-memperparah-masalah/http://www.worldbank.org/in/news/press-release/2016/10/02/tackling-inequality-vital-to-end-extreme-poverty-by-2030