Bab atau diatasnya. 2. RAM dengan kapasitas 2Gb 3.

Bab 1

Latar
Belakang

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

1.1  
Rumusan Masalah

·      Membandingkan kriptografi enkripsi dan
dekripsi menggunakan AES dan DES

·     
Membandingkan mana yang lebih baik diantara AES
dan DES

 

1.2  
Tujuan

·     
Mengetahui
mana yang lebih baik antara DES dan AES

·     
Mengetahui proses perbandingkan AES dan DES

·     
Mengetahui berapa panjang kunci AES maupun DESBab
2Landasan Teori1  1.1  
Penelitian TerdahuluUntuk menjalankan program ini dibutuhkan perangkat
keras (hardware) dan perangkat lunak (software)sebagai berikut : a. Perangkat Keras (Hardware) 1. Prosesor Intel Core i3 atau diatasnya. 2. RAM dengan kapasitas 2Gb 3. Keyboard, Mouse b. Perangkat Lunak (Software)

1. SDK Java sebagai mesin aplikasi Java pada aplikasi
desktop1.1  
Teori Terkait BlockChipherData Encryption Standard (DES) adalah suatu blok cipher (salah satu bentuk enkripsi rahasia bersama)
yang dipilih oleh National Bureau of Standar sebagai seorang pejabat Federal
Information Processing Standard (FIPS) untuk Amerika Serikat pada tahun 1976
dan yang kemudian dinikmati secara luas gunakan internasional. Hal ini
didasarkan pada algoritma kunci simetris yang menggunakan 56-bit key. Algoritma
awalnya diklasifikasikan kontroversial dengan elemen desain, kunci yang relatif
pendek panjang, dan kecurigaan tentang National Security Agency (NSA) backdoor.
DES akibatnya datang di bawah pengawasan intens akademis yang memotivasi
pemahaman modern dan blok cipher kriptoanalisis mereka.DES
sekarang dianggap tidak aman untuk banyak aplikasi. Hal ini terutama disebabkan
oleh 56-bit ukuran kunci yang terlalu kecil; pada bulan Januari 1999, distributed.net dan Electronic Frontier
Foundation bekerjasama untuk publik memecahkan kunci DES dalam 22 jam dan 15
menit. Ada juga beberapa hasil analitis teori yang menunjukkan kelemahan dalam
cipher, meskipun mereka tidak layak untuk me-mount dalam praktek. Algoritma
diyakini praktis aman dalam bentuk Triple DES, meskipun ada serangan teoretis.
Dalam beberapa tahun terakhir, sandi telah digantikan oleh Advanced Encryption
Standard (AES). Selanjutnya, DES telah ditarik sebagai standar oleh Institut
Nasional Standar dan Teknologi (sebelumnya National Bureau of Standards).

 AES ( Advanced Encryption
Standard ) merupakan algoritma cipher yang cukup aman untuk melindungi data
atau informasi yang bersifat rahasia. Pada tahun 2001, AES digunakan sebagai
standar algoritma kriptografi terbaru yang dipublikasikan oleh NIST ( National
Institute of Standard and Technology ) sebagai pengganti algoritma DES ( Data
Encryption Standard ) yang sudah berakhir masa penggunaannya. Algoritma AES
adalah algoritma kriptografi yang dapat mengenkripsi dan mendekripsi data
dengan panjang kunci yang bervariasi, yaitu 128 bit, 192 bit, dan 256 bit.Bab
3Metode
Penelitian 1.     Memahami
kriptografi AES dan DES 2.     Mencari
penelitian terdahulu mengenai kriptografi enkripsi dan dekripsi menggunakan AES
dan DES.3.     Mencari
program untuk melakukan enkripsi dan dekripsi AES dan DES4.     Melakukan
percobaan enkripsi dan dekripsi AES dan DES dengan program yang sudah tersedia5.     Membandingkan
hasil percobaan dengan program yang tersedia dengan penelitian terdahulu

6.     Menyimpulkan
yang lebih baik antara kriptografi AES dan DES Bab 4Hasil
Dan Pembahasanperangkat keras (hardware) dan perangkat  lunak (software) untuk menjalankan program
ini sebagai berikut : a. Perangkat Keras (Hardware) 1. Prosesor Intel Core i5.2. VGA Nvidia 920M 3. RAM dengan kapasitas 8 Gb 3. Keyboard, Mouse b. Perangkat Lunak (Software)

 SDK Java
sebagai mesin aplikasi Java pada aplikasi desktopBerdasarkan dari penelitian pendahulu yang
dijadikan perbandingan dengan paper saya maka berdasarkan percobaan saya
membandingkan kriptografi AES dan DES dengan menggunakan Java. Yang berbeda di
dalam melakukan percobaan dengan menggunakan plaintext sendiri dan juga key
sendiri dan dari segi laptop juga berbeda spec maka akan berpengaruh dalam
proses enkripsi dan dekripsi.Percobaan ini menggunakan AES-128 dengan
syarat kunci minimal 15 karakter dan symbol atau lebih dan DES syaratnya kunci
minimal 8 karakter dan simbol atau lebih jika kurang maka akan error.Dalam proses melakukan running RAM sangat
berpengaruh pada kecepatan waktu enkripsi dan dekripsi kalimat ataupun file
yang akan di enkripsi maupun di dekripsi.Di percobaan tersebut kita menggunakan
kunci simetri dan melakukan proses enkripsi maupun dekripsi secara langsung.

Bab 5

Kesimpulan

Dari percobaan diatas
kita dapat mengetahui jika algoritma AES lebih baik digunakan karena kita harus
memasukkan  minimal 15 karakter atau
simbol terlebih dahulu sebagai kunci jika kita memasukkannya kurang maka proses
tersebut akan error sedankan di DES kita dapat memasukkan minimal 8 karakter
ataupun simbol terlebih dahulu sebagai kunci dan proses enkripsi ataupun
dekripsi dapat berlanjut, dan proses perbandingannya yang di dapatkan semakin
panjang plain teks yang di masukkan dan juga kunci semakin rumit maka semakin panjang
juga enkripsi yang dihailkan sedangkan semakin mudah kunci di masukkan maka
semakin pendek juga enkripsi yang dihasilkan

 

·     
Referensi
yang digunakan :

http://repository.potensi-utama.ac.id/jspui/handle/123456789/258

http://www.sigitprabowo.id/2013/01/data-encryption-standard-des-adalah.html

https://www.researchgate.net/profile/Antonius_Rachmat/publication/265364513_ENKRIPSI_DAN_DEKRIPSI_DENGAN_ALGORITMA_AES_256_UNTUK_SEMUA_JENIS_FILE/links/54b520400cf28ebe92e4c3c5/ENKRIPSI-DAN-DEKRIPSI-DENGAN-ALGORITMA-AES-256-UNTUK-SEMUA-JENIS-FILE.pdf