Bab 128 Bit atau DES ? · Mencari tahu

Bab
1

Latar Belakang

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

1.1  Rumusan
Masalah

·       Membandingkan kriptografi enkripsi dan dekripsi
menggunakan AES 128 Bit dan DES

·       Membandingkan
keamanan  yang lebih baik diantara
AES 128 Bit
dan DES

 

1.2  Tujuan

·      
Mencari tahu yang lebih baik dari AES
128 Bit atau DES
?

·      
Mencari tahu Cara kerja AES 128 Bit dan DES

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bab
2

Landasan Teori

 

·        
Penelitian
Terdahulu

Untuk menjalankan program ini dibutuhkan perangkat keras
(hardware) dan perangkat

lunak (software)sebagai berikut :

a. Perangkat Keras (Hardware)

1.     Prosesor
Intel Core i3 atau diatasnya.

2.     RAM
dengan kapasitas 2Gb

3.    
Keyboard, Mouse

4.     Android
Mobile Phone

 

b.Perangkat
Lunak (Software)

1.    
Wifi ADB dari playstore

2.    
SDK Java sebagai mesin aplikasi Java pada
aplikasi desktop

3.     Sistem
operasi android pada mobile phone

 

No

Metode

Plaintext

Key

Timer

Hasil Enkripsi

keterangan

1.

AES 128

123456789 ABCDEF

ABCDEF GHIJKLM NOP
 

0,06 seconds

5AD42F6007461 01FA1C7C2E185 42CD6CE48C21 ED35A40FACD9 29A1BF25FC595

Berhasil

 

 

Potensi

12345678 90123456

0,01 seconds

600E2240AC800 3A 50A56A12A7F5 B527B
 

Berhasil

 

 

Utama

12345678 90123456

0,00 seconds

7EFF14746EAEB 597B63E66ECC8 7276B6
 

Berhasil

2.

DES

activity

2345678

0,5 seconds

C2B7C2B1C3AC C2AAC2BBC2A 8C3AC28D
 

Berhasil

 

 

potensi

12345678

0,07 seconds

4D58C2B6C28E0 40971C396

Berhasil

 

 

utama

12345678

0,07 seconds

645927C39969C2 BEC38225

Berhasil

 

 

NO

Metode

Plaintext

Key

Timer

Hasil Enkripsi

Keterangan

1.

AES 128

5AD42F6007 46101FA1C7 C2E18542C D6CE48C21 ED35A40FA CD929A1BF 25FC595

 

ABCDEF GHIJKLM NOP
 

0,00 seconds

PASSWORD

Berhasil

 

 

600E2240AC 8003A 50A56A12A 7F5B527B
 

12345678 90123456

0,01 seconds

potensi

Berhasil

 

 

7EFF14746E AEB597B63 E66ECC8727 6B6
 

12345678 90123456

0,00 seconds

utama

Berhasil

2

DES

C2B7C2B1C 3ACC2AAC 2BBC2A8C3 AC28D
 

2345678

0,05 seconds

activity

Berhasil

 

 

4D58C2B6C 28E040971C 396
 

12345678

0,07 seconds

potensi

Berhasil

 

 

645927C399 69C2BEC38 225
 

12345678

0,08 seconds

utama

Berhasil

 

 

·       
Teori
Terkait BlockChipher

BlockChipher

Block Cipher adalah algoritma enkripsi yang akan membagi bagi plaintext yangakan dikirimkan dengan
ukuran tertentu (disebut blok) dengan panjang t , dan setiapblok dienkripsi
dengan menggunakan kunci yang sama.Pada cipher block, rangkaian bit-bit plainteks dibagi menjadi blok –  blok  bit dengan
panjang sama, biasanya 64bit (bisa juga lebih). Penggunaan enkripsi yangpanjang
ini untuk mempersulit penggunaan pola -pola serangan yang ada untuk membongkar kunci.Enkripsi
dilakukan terhadap blok bit plainteks menggunakan bit – bit
kunci yang ukurannya sama dengan ukuran blok plainteks. Algoritma
enkripsimenghasilkan blok cipherteks yang berukuran sama dengan
blok plainteks

 

 

 

Data Encryption Standard (DES)

DES adalah algoritma enkripsi simetri modern yang paling pertama
dan paling signifikan. DES dikeluarkan oleh United States’ National Bureau of
Standards pada bulan Januari 1977 sebagai algoritma yang digunakan untuk
unclassified data (informasi yang tidak ada hubungannya dengan national
security). Algoritma ini telah digunakan luas di seluruh dunia, seperti
keamanan transaksi keuangan di bank, dan lain-lain.Walaupun DES telah banyak
digunakan di banyak aplikasi di seluruh dunia, masih banyak isu-isu yang
menjadi perdebatan kontroversial menyangkut keamanan dari algoritma ini. Oleh
karena itu, makalah ini dibuat dengan tujuan untuk membahas analisis keamanan
dari algoritma kriptografi DES dan juga analisis keamanan dari variasi
algoritma DES, yaitu Double DES dan Triple DES.

Skema
global dari algoritma DES 

1.   
Blok plainteks dipermutasi dengan matriks permutasi
awal (initial permutation atau IP).

2.   
Hasil permutasi awal kemudian di-enciphering- sebanyak 16 kaH (16
putaran). Setiap putaran menggunakan kunci internal yang berbeda.

3.    
Hasil enciphering kemudian
dipermutasi dengan matriks permutasi balikan (invers initial permutation atau IP-1 ) menjadi blok cipherteks.

 

 

 

Di dalam proses enciphering, blok plainteks terbagi
menjadi dua bagian, kiri (L) dan kanan R), yang masing-masing panjangnya 32
bit. Kedua bagian ini masuk ke dalam 16 putaran DES. Pada setiap putaran i, blok R merupakan masukan untuk fungsi
transformasi yang ;isebut f. Pada fungsi f, blok R dikombinasikan dengan kunci
internal K,. Keluaran dai =angsi f di-XOR-kan dengan blok L untuk mendapatkan blok R yang baru. Sedangkan blok – yang
baru langsung diambil dari blok R sebelumnya. Ini adalah satu putaran DES. Secara watematis, satu
putaran DES dinyatakan
sebagai:

 

Li=Ri-1 (6.1)

R i=L i-1 f(Ri-1, K i)
(6.2)

 

Gambar memperlihatkan skema
algoritma DES yang
lebih rinci. Satu putaran DES merupakan model jaringan Feistel (lihat Gambar 6.2). Perlu
dicatat dari Gambar 6.2 bahwa ika (L,6, R,6) merupakan
keluaran dari putaran ke-16, maka (R,6, L,s) merupakan
pra­:ipherteks (pre-ciphertext) dari enciphering ini. Cipherteks yang
sebenarnya diperoleh dengan melakukan permutasi awal balikan, IP-1, terhadap
blok pra-cipherteks.

 

Sebelum putaran pertama, terhadap
blok plainteks dilakukan permutasi awal (initial-permutation atau IP). Tujuan permutasi awal
adalah mengacak plainteks sehingga urutan bit-bit di dalamnya berubah.
Pengacakan dilakukan dengan menggunakan matriks permutasi awal berikut ini:

Cara membaca tabel/matriks:
dua entry ujung kiri
atas (58 dan 50) artinya:

“pindahkan bit ke-58 ke
posisi bit 1”

“pindahkan bit ke-50 ke
posisi bit 2”, dst

 

 

 

 

 

Advanced
Encryption Standard (AES)

AESmerupakan algoritmacryptographicyang
dapatdigunakan untuk mengamankan data. Algoritma AES adalah
blokchipertextsimetrik yang dapatmengenkripsi (encipher ) dan dekripsi
(decipher ) info rmasi. Enkripsi merubah data yang tidakdapat lagi dibaca
disebut ciphertext; sebaliknya dekripsi adalah merubah ciphertext data
menjadi bentuk semula yang kita kenal sebagaiplaintext .AES (Advanced
Encryption Standard ) adalah lanjutan dari algoritma enkripsi standar DES
(Data Encryption Standard ) yang masa berlakunya dianggap telah
usai karena faktor keamanan.Kecepatan komputer yang sangat pesat dianggap
sangat membahayakan DES, sehingga padatanggal 2 Maret tahun 2001 ditetapkanlah
algoritma baru Rijndael sebagai AES

Metode Algoritma AES 128 Bit

Garis besar Algoritma Rijndael yang beroperasi
pada blok  128-bit dengan kunci 128-bit adalah sebagai berikut (di luar
proses pembangkitan round key):

1.     AddRoundKey:
melakukan XOR antara state awal (plainteks)
dengan cipher key. Tahap ini disebut juga initial round.

 

2.     Putaran
sebanyak Nr – 1 kali. Proses yang dilakukan pada setiap putaran
adalah:

a)             
SubBytes: substitusi byte dengan
menggunakan tabel substitusi (S-box).

b)             
ShiftRows: pergeseran baris-baris array
state secarawrapping.

c)             
MixColumns: mengacak data di masing-masing
kolomarray state.

d)             
AddRoundKey: melakukan XOR
antara state sekaranground key.

3.     Final
round: proses untuk putaran terakhir:

a)             
SubBytes

b)             
ShiftRows

c)             
AddRoundKey

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar Diagram AES

Round Key

Fungsi Round Key adalah mengkombinasikan chiper
teks yang sudah ada dengan chiper key yang chiper key dengan hubungan XOR.
Bagannya bisa dilihat pada gambar. Pada gambar tersebut di Table kiri adalah chiper teks
dan Table sebelah  kanan adalah
round key nya. XOR dilakukan per kolom yaitu kolom-1 chiper teks di XOR dengan
kolom-1 round key dan seterusnya.

 

 

 

 

SUB BYTES

Prinsip dari Sub Bytes
adalah menukar isi matriks/tabel yang ada dengan matriks/tabel lain yang
disebut dengan Rijndael S-Box. Di bawah ini adalah contoh Sub Bytes dan
Rijndael S-Box. Pada ilustrasi Sub Bytes diatas, di sana terdapat nomor kolom dan nomor
baris. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, tiap isi kotak dari blok
chiper berisi informasi dalam bentuk heksadesimal yang terdiri dari dua digit,
bisa angka-angka, angka-huruf, ataupun huruf-angka yang semuanya tercantum
dalam Rijndael S-Box. Langkahnya adalah mengambil salah satu isi kotak matriks,
mencocokkannya dengan digit kiri sebagai baris dan digit kanan sebagai kolom.
Kemudian dengan mengetahui kolom dan baris, kita dapat mengambil sebuah isi
tabel dari Rijndael S-Box. Langkah terakhir adalah mengubah keseluruhan blok
chiper menjadi blok yang baru yang isinya adalah hasil penukaran semua isi blok
dengan isi langkah yang disebutkan sebelumnya.

 

 

MIX COLUMNS

Yang terjadi saat
Mix Column adalah mengalikan tiap elemen dari blok chiper dengan matriks yang
ditunjukkan oleh Gambar 11. Tabel sudah ditentukan dan siap pakai. Pengalian
dilakukan seperti perkalian matriks biasa yaitu menggunakan dot product lalu
perkalian keduanya dimasukkan ke dalam sebuah blok chiper baru. Ilustrasi dalam
gambar 12 akan menjelaskan mengenai bagaimana perkalian ini seharusnya
dilakukan. Dengan begitu seluruh rangkaian proses yang terjadi pada AES telah
dijelaskan dan selanjutnya adalah menerangkan mengenai penggunaan tiap-tiap
proses tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DIAGRAM ALIR AES

Kembali melihat
diagram yang ditunjukkan oleh Gambar 6. Seperti yang terlihat semua proses yang
telah dijelaskan sebelumnya terdapat pada diagram tersebut. Yang artinya adalah
mulai dari ronde kedua, dilakukan pengulangan terus menerus dengan rangkaian
proses Sub Bytes, Shift Rows, Mix Columns, dan Add Round Key, setelah itu hasil
dari ronde tersebut akan digunakan pada ronde berikutnya dengan metode yang
sama. Namun pada ronde kesepuluh, Proses Mix Columns tidak dilakukan, dengan
kata lain urutan proses yang dilakukan adalah Sub Bytes, Shift Rows, dan Add
Round Key, hasil dari Add Round Key inilah yang dijadikan sebagai chiperteks
dari AES

 

 

 

 

 

 

Bab
3

Metode
Penelitian

 

1.     Memahami dasar dasar dari  kriptografi AES 128 Bit dan DES

2.     Mencari
refrensi dan penelitian
terdahulu mengenai kriptografi enkripsi dan dekripsi menggunakan AES 128 Bit dan DES.

3.     Mencari
program yang membantu untuk
melakukan enkripsi dan dekripsi AES 128 Bit dan DES

4.     Melakukan
percobaan enkripsi dan dekripsi AES
128 Bit dan DES dengan program yang sudah tersedia

5.     Menulis hasil dari percobaan enkripsi dan
dekripsi AES 128 Bit
dan DES di dalam Journal Laporan

6.     Melakukan Perbandingan hasil
percobaan yang telah ditulis dengan
hasil peneliti terdahulu

7.     Menarik kesimpulan dari hasil Perbandingan
yang telah dibuat Mengenai keamana mana yang lebih baik antara AES dan DES

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bab
4

Hasil Dan Pembahasan

Untuk menjalankan program ini dibutuhkan perangkat keras
(hardware) dan perangkat

lunak (software)sebagai berikut :

A.   Perangkat
Keras (Hardware)

1.    
Operating
System  : Windows 7 Ultimate 64-Bit

2.    
Processor
              : Pentium(R) Dual-Core Cpu T4300 @
2.10GHz (2 CPUs),

3.    
Memory
                : 3072 MB RAM

 

B.    Perngkat Lunak (Software)

1.    
NetBean

2.    
Google
Chrome

3.    
Mozila
Firefox

4.    
Microsoft
Word

5.    
Snipping
Tool

 

 

HASIL
ENKRIPSI AES DAN DES

No

Metode

Plaintext

Key

Timer

Hasil Enkripsi

keterangan

1.

AES 128

FTIUKSW

ASecureSecretKey

0.1 Seconds

5a02e8c665386c2255b1f7b6abbc3402

Berhasil

 

 

PEKALONGAN

ASecureSecretKey

0.1 Seconds

8e402ba83242466053e64778ebd83c22

Berhasil

 

 

ALJABAR

ASecureSecretKey

0.1 Seconds

bdd937f18f98ad424415f98d6d328bc7

Berhasil

 

 

KEAMANAN

ASecureSecretKey

0.1 Seconds

888ea0ce66917dbae97d08f988f5d54f

Berhasil

 

 

ENKRIPSI

ASecureSecretKey

0.1 Seconds

6f2df4293000c89a1e5c445f169091ce

Berhasil

 

 

INFORMASI

ASecureSecretKey

0.1 Seconds

16ce635a17ed60ad7623144e1bf953bf

Berhasil

 
 

 

SALATIGA

ASecureSecretKey

0.1 Seconds

c44f2b816ec76a6296778ff0a4c3b5d8

Berhasil

 

 

INDONESIA

ASecureSecretKey

0.1 Seconds

48ff8c0df4ef5236f91d2d8358967168

Berhasil

2.

DES

FTIUKSW

Secret

0.3 Seconds

h†°$Dlû?

Berhasil

 

 

PEKALONGAN

Secret

0.3 Seconds

ß$;{ã$̵»è¹
º

Berhasil

 

 

ALJABAR

Secret

0.3 Seconds

~×}œH¹Ü

Berhasil

 

 

KEAMANAN

Secret

0.3 Seconds

 ÓЬúD`i

Berhasil

 

 

ENKRIPSI

Secret

0.3 Seconds

–ò

*??¤j

Berhasil

 

 

INFORMASI

Secret

0.3 Seconds

ˆÏm7″þ·vÙ’COs?

Berhasil

 
 

 

SALATIGA

Secret

0.3 Seconds

·6/RÀ 
V

Berhasil

 

 

INDONESIA

Secret

0.3 Seconds

ºSúkö’
b=ñþTW$:ø

Berhasil

 

 

HASIL
DEKRIPSI AES DAN DES

 

No

Metode

Plaintext

Key

Timer

Hasil Dekripsi

keterangan

1.

AES 128

5a02e8c665386c2255b1f7b6abbc3402

ASecureSecretKey

0.1 Seconds

FTIUKSW

Berhasil

 

 

8e402ba83242466053e64778ebd83c22

ASecureSecretKey

0.1 Seconds

PEKALONGAN

Berhasil

 

 

bdd937f18f98ad424415f98d6d328bc7

ASecureSecretKey

0.1 Seconds

ALJABAR

Berhasil

 

 

888ea0ce66917dbae97d08f988f5d54f

ASecureSecretKey

0.1 Seconds

KEAMANAN

Berhasil

 

 

6f2df4293000c89a1e5c445f169091ce

ASecureSecretKey

0.1 Seconds

ENKRIPSI

Berhasil

 

 

16ce635a17ed60ad7623144e1bf953bf

ASecureSecretKey

0.1 Seconds

INFORMASI

Berhasil

 
 

 

c44f2b816ec76a6296778ff0a4c3b5d8

ASecureSecretKey

0.1 Seconds

SALATIGA

Berhasil

 

 

48ff8c0df4ef5236f91d2d8358967168

ASecureSecretKey

0.1 Seconds

INDONESIA

Berhasil

2.

DES

h†°$Dlû?

Secret

0.3 Seconds

FTIUKSW

Berhasil

 

 

ß$;{ã$̵»è¹
º

Secret

0.3 Seconds

PEKALONGAN

Berhasil

 

 

~×}œH¹Ü

Secret

0.3 Seconds

ALJABAR

Berhasil

 

 

 ÓЬúD`i

Secret

0.3 Seconds

KEAMANAN

Berhasil

 

 

–ò

*??¤j

Secret

0.3 Seconds

ENKRIPSI

Berhasil

 

 

ˆÏm7″þ·vÙ’COs?

Secret

0.3 Seconds

INFORMASI

Berhasil

 
 

 

·6/RÀ 
V

Secret

0.3 Seconds

SALATIGA

Berhasil

 

 

ºSúkö’
b=ñþTW$:ø

Secret

0.3 Seconds

INDONESIA

Berhasil

 

AES 128-Bit :

DES

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bab
5

Kesimpulan

Dari
percobaan yang telah  dilakukan, dapat ditarik kesimpulkan bahwa waktu eksekusi enkripsi dari algoritma Advanced
Encyption Standard (AES) lebih cepat 0.2 seconds dibandingkan dengan Data Encyption
Standard (DES). Dalam Bidang  lain, secara teori
dari hasil studi yang dilakukan penulis dan dari refrensi yang lain , didapatkan bahwa tingkat keamanan
pada algoritma Advanced Encryption Standard (AES) lebih kuat  terhadap serangan brute force . Sedangkan Data Encryption Standard
(DES) sangat rentan terhadap serangan brute force, Dikarenakan teknik brute force dapat membongkar
algoritma DES dengan hitungan menit, dikarenakan panjang kunci yang hanya 56
bit. Sedangkan AES memilik 128 Bit .

Dengan
demikian, Dapat ditarik kesimpulkan bahwa AES memiliki performa yang lebih baik dan
keamana yang tinggi dibandingkan
DES, dari  pembuktian-pembuktian yang telah dilampirkan
, baik dari hasil
percobaan, data-data , dan teori-teori yang didapatkan secara valid.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bab
6

Daftar Pustaka & Refrensi

 

Experience

Data Encryption Standard (DES)

di akses pada Rabu, 7-Desember 2017,Pukul 10:26

Informatic Engineering

http://sensordata.blogspot.co.id/2016/03/sistem-kerja-des-idea-dan-aes22.html

di akses pada Rabu, 7-Desember 2017,Pukul 10:34

KLINIK INFORMATIKA:

http://klinikinformatikacyber.blogspot.co.id/2016/03/pengertian-dan-sistem-kerja-aes-iii.html

di akses pada Rabu, 7-Desember 2017,Pukul 10:45

SCRIBD

di akses pada Rabu, 7-Desember 2017,Pukul 10:57

DSpace
Universitas Potensi Utama

http://repository.potensi-utama.ac.id/jspui/handle/123456789/258

di akses pada Kamis , 8-Desember 2017,Pukul 11:53

Simple Code Stuff

http://www.simplecodestuffs.com/encryption-and-decryption-of-data-using-aes-algorithm-in-java-2/

di akses pada Kamis , 8-Desember 2017,Pukul 13:18

RAPID
TABLE

https://www.rapidtables.com/convert/number/binary-to-ascii.html

di akses pada Kamis , 9 – Desember – 2017,Pukul 17:18