ANJANGSANA and in-depth interviews with two resource persons as

ANJANGSANASEBAGAI STRATEGI MELAKSANAKAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY  PT. AQUASigitPurnomoSekolahTinggi Multi Media YogyakartaEmail : [email protected] ini kelangsungan hidup sebuah korporatcenderung ditentukan oleh faktor-faktor Profit,People, Planet and Procedure (4P). Sehingga hidup matinya sebuah korporatjuga ditentukan oleh adanya hubungan baik antara korporat dengan masyarakatnya.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi seorang Public Relations (PR) PT.Tirtainvestama (PT.TIV) Klaten dalam melaksanakan program Corporate SocialResponsibility (CSR) dengan melakukan Anjangsana untuk mengeliminasi atau meniandakantindakan demo-demo dengan berbagai persoalan masing-masing elemenmasyarakatnya.

Best services for writing your paper according to Trustpilot

Premium Partner
From $18.00 per page
4,8 / 5
4,80
Writers Experience
4,80
Delivery
4,90
Support
4,70
Price
Recommended Service
From $13.90 per page
4,6 / 5
4,70
Writers Experience
4,70
Delivery
4,60
Support
4,60
Price
From $20.00 per page
4,5 / 5
4,80
Writers Experience
4,50
Delivery
4,40
Support
4,10
Price
* All Partners were chosen among 50+ writing services by our Customer Satisfaction Team

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pandekatanstudi kasus, dimana peneliti melakukan observasi partisipasi dan wawancaramendalam dengan dua orang nara sumber sebagai subyek penelitian. Dari hasil analisisdapat disimpulkan bahwa masa krisis yang ditimbulkan oleh berbagai demo terkaitdengan masalah konservasi, pertanian, air bersih, dan sanitasi lingkungan,perbaikan jalan, perijinan produksi, maupun kepentingan bisnis, dapatdiselesaikan atau setidak-tidaknya diredam dengan kegiatan Anjangsana oleh PR perusahaan. Dengan melakukan kegiatanAnjangsana, PR dapat melakukankomunikasi empatik dan prinsip kesetaraan dengan warga masyarakat terdampak. Sehinggadari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa program-program CSR yang meliputi 6 (enam) program dari 13(tiga belas) program  dapat terlaksanadengan baik. Hal ini berdasarkan pengamatan langsung di lapangan, bahwaprogram-program CSR dari PT. TIV – Klaten sangat membantu masyarakat, baik secarasosial, ekonomi bahkan kelestarian lingkungan alam.Kata Kunci : Anjangsana,  PR,CR dan PT. Tirtainvestama Aqua –Klaten.

      ABSTRACTToday the survivalof a corporation is likely to be determined by the factors Profit, People,Planet and Procedure (4 P). So the life of death of a corporation is alsodetermined by the existence of good relationships between corporates with thecommunity. Therefore this study aims to know the strategy of a Public Relations(PR) PT. Tirtainvestama (PT.TIV) Klaten implements the Corporate SocialResponsibility (CSR) program by conducting Anjangsana to eliminate or declareaction of demos with various problems of each element of society. This studyused Qualitativemetods with case study approach by conducting participant observation and in-depthinterviews with two resource persons as research subjects. From the analysis itcan be concluded that the period of crisis caused by various demos related toconservation issues, agriculture, clean water and environmental sanitation, roadrepair, production licensing, as well as business interests, can be completedor at least muted by Anjangsana activities by corporate PR . By conductingAnjangsana activities, PR can communicate empathically and the principle ofequality with affected communities.

So from the research results can beconcluded that the programs CSR which includes 6 (six) programs of 13(thirteen) programs can be done well. This is based on direct observation inthe field, that CSR programs from PT. TIV – Klaten is very helpful to thesociety, both socially, economically and even the preservation of the naturalenvironment.Keywords:Anjangsana, PR, CSR and PT.Tirtainvestama Aqua – Klaten. PENDAHULUAN.

Latar belakangTerjadinya pergeseran tata nilai dan pola perilakuwarga masyarakat, tentusaja rawan timbulnya konflik sosial antara peruahaandengan warga yang tidak kebagian kesejahteraan. Untuk itulah  PublicRelations (PR) perlu melakukan kegiatan CorporateSocial Responsibility (CSR)untuk  menghindari konflik. Hal ini dikemukakanpujangga Victor Hugo (Suharto, 2010:ix) bahwa CSR adalah ide yang waktunya telah datang tak terbendung lagi. Bumidan penghuninya centang perentang dihajar kerakusan perusahaan, kini CSRsebagai kekuatan mengobati perusahaan. Rupanya hal ini telah terjadi di PT. TirtaInvestama (PT. TIV) Aqua Klaten yang didemo masyarakat sekitarnya. Oleh karenaitu peneliti tertarik untuk mengetahui strategi PR dalamupaya menyelesaikannya.

Kemampuan melakukan anjangsana melalui komunikasi interpersonal dan melaksanakan program CSR kepada masyarakat merupakan salahsatu kunci menuju penyelesaian. Pengertian dari Public RelationsSociety of America (Suryadi, 2007:2) bahwa PR merupakan pihak yang membantu organisasi untuk berkomunikasidengan publik kunci dengan lebih efektif.  Oleh karenanya dibutuhkan komunikasi yang salingpengertian, sebagaimana dinyatakan Jefkins (2003:10) bahwa PR adalah semua bentuk komunikasi yang terencana,baik itu ke dalam maupun ke luar, antara suatu organisasi dengan semuakhalayaknya dalam rangka mencapai tujuan-tujuan spesifik yang berlandaskan padasaling pengertian.

Seorang PR harus melakukan strategi yang tepat,agar komunikasi yang dilaksanakan kepada masyarakat mampu meningkatan citra/image baik organisasi. Selanjutnya menurut Smith (2005:10-11) ada beberapa langkah dalamstrategi PR, yaitu formative research, strategy, tactics, dan evaluatif research. Setelah mendapatkan fakta, menetapkan strategi yang dilaksanakan secarataktis dan mengevaluasi kegiatannya. Selanjutnya PR melakukan komunikasi efektif, agar terbina hubungan yang baikdengan masyarakatnya. Oleh karena itu tantangan PR adalah kemampuan melakukan hubungan baik sebagaimana dikemukakanJerold (Yosal, 2004:20) tentang communtyrelations(CR) atau hubungan masyarakat bahwa program pengembangan komunitasmelalui berbagai upaya untuk kemaslahatan bersama bagi organisasi dan komunitas.

Jadi CR tidak profit orientad, tapi juga komunitas sekitar bahkan kemaslahatanumat. Komunikasi dengan masyarakat dapat dilakukan dengan kegiatan kontak pribadi,maupun media massa. Namun PR memilih komunikasi antar personal atau komunikasikelompok kecil  (smallgroup communication) secara langsung dengan warga masyarakatnya.

Salahsatu kegiatan utuk melakukan kontak pribadi bagi masyarakat pedesaan, dikenaldengan sebutan anjangana. Menurutartikel pertanian (http://www.bbpp-lembang.info/index.

php/arsip/artikel/artikel-pertanian/947-metode-penyuluhan-pertanian)anjangsana atau kegiatankunjungan yangdilakukan para penyuluh pertanian yang dilakukan secaralangsung kepada sasaran, baik ke lahan usaha tani,gardu, balai desa atau ke rumah berupa pendekatanperorangan.  Selain itu, apabila penyuluhmelakukan kunjungan pada kelompok tani disebut pendekatan kelompok kecil. Secara substantif kegiatan anjangsana sebenarnya merupakankegiatan komunikasi tatap muka yang dilakukan oleh seorang komunikator kepadaseseorang atau lebih komunikan atau khalayak yang heterogen. Karena jumlahkomunikannya dapat lebih dari satu orang, maka anjangsana dapat jugadikategorikan komunikasi kelompok (smallgroup communications). Biasanya dalam komunikasi kelompok kecil (smallgroup communication) digambarkan sebagai suatusituasi komunikasi dimanasituasi komunikasinyadapat diubah menjadi komunikasi antarpersonal dengan setiap komunikan.

Antara komunikator dengan setiap komunikan dapatterjadi dialog atau tanya jawab. MenurutEffendy (2004:8) bahwa dibandingdengan komunikasi kelompok besar, komunikasi kelompok kecil lebih bersifatrasional.